bc

Anyelir , Maafkan aku

book_age18+
5
FOLLOW
1K
READ
family
age gap
fated
pregnant
drama
tragedy
sweet
bxg
first love
spiritual
like
intro-logo
Blurb

Anyelir harus bertemu dengan Arsya dengan cara yang tidak biasa.

perbedaan umur yang jadi pekara dan masalah cinta yang jadi tidak bisa diterima dua belah keluarga.

chap-preview
Free preview
Anya & Arsya (Ethan)
Anyelir Maccaellya Soebandi, seorang gadis berusia 22 tahun terlihat sedang menikmati pesta kelulusannya bersama teman temannya . Menari heboh dengan botol Alkopop ditangannya. Diskotik,bar,club dan tempat karaoke atau hiburan malam sejenisnya bukan jadi hal baru bagi Anya,panggilan kecilnya. Anyelir sendiri terkenal sebagai seorang players,senang berganti ganti teman kencan dan kerap mematahkan hati pria pria yang coba mendekatinya. Singgah hampir tiap malam ditempat clubing untuk berpesta dan menari seperti orang gila dengan alasan membuang penat. Didukung dengan kondisi ekonomi yang menjanjikan,karena Anyelir merupakan anak pengusaha kaya raya di Bandung membuatnya hidup dengan bebas berkecukupan bahkan lebih tanpa harus mengkhawatirkan berapa lembar yang harus dikeluarkan. Meskipun sesungguhnya kebebasan Anyelir terbatas karena orang tua yang sangat otoriter , protektif atau segala istilah yang bisa membatasi hidup malamnya. Anyelir hanya harus memutar otaknya agar tetap bisa menikmati pergaulan malam yang begitu disukainya tanpa harus berbenturan dengan sistem keluarganya. Kabur diam diam ,atau alasan mengerjakan tugas dirumah sahabat sekaligus partner in crime nya. Bisnis hotel dan kuliner keluarganya merupakan salah satu yang terbesar di Bandung. Bahkan Hotel keluarganya sudah berhasil membuka cabangnya dikota kota besar lainnya seperti jakarta, bali, surabaya dan semarang. Sudah kaya raya,berparas ayu dengan berat dan tinggi tubuh yang proposional ,tubuh berisi yang menggiurkan. Tidak sedikit pria yang menjadikannya target untuk didekati. Sayang strandart Anyelir sangatlah tinggi dan tidak semua pria bisa berhubungan dengannya mau setampan atau sekaya apapun pria itu. Hanya pria mapan , tampan dan matang secara usia yang bisa dia terima. Kebanyakan mantan teman kencan Anyelir adalah sesama anak pengusaha ,atau justru seorang pengusaha. Anyelir anti mempacari teman kuliahnya apalagi pria yang lebih muda, dan karena itu banyak dari mereka terutama pria dikampusnya yang hatinya sudah berhasil dipatahkan oleh Anyelir. Kemolekan tubuh Anyelir menjadi alasan utama pria meliriknya. Penampilan Anyelir terlihat sangat liar karena busana yang serba minim,bahkan malam ini Anya sukses membuat mata pria ingin loncat dari tempatnya. Dengan mini dress backlessnya sukses memakerkan keseluruhan punggung mulusnya,bahkan pahanya bebas terekspos karena pendek dressnya lebih dari 10 cm diatas lutut. "Nya, jadi lo lanjut S2 Lo di Uk ?" Tanya Cecil setengah berteriak,menantang musik yang menggema disana. "Jadi , Kakak gue udah urus semuanya. Tiga bulan lagi gue berangkat ! Lo gimana? Jadi kerja di jakarta ?" Jawab Anyelir juga sambil berteriak. "Jadi ,ntar gue kerja diperusaan Om gue !" Kata Cecil kemudian menenggak Alkopop nya "Nepotisme Lo " teriak Anyelir kemudian menggila sambil terus merangsek ketengah dance floor dan menggoyangkan badannya penuh semangat. Beberapa pria terlihat berkerumun disekitarnya dan berebut untuk bisa menari bersamanya. Tentu saja Anyelir tidak menggubris mereka,karena dari kejauhan terlihat seorang pria oriental dengan tubuh tegapnya tengah membelah lautan manusia yang sedang asik menari di dance floor. Anyelir menyambutnya dengan senyuman,dan dengan cepat si pria kini telah merengkuh pinggang Anyelir dan mulai iku bergoyang bersamanya. "Jangan menari tanpaku baby, berbahaya !" Kata Steve sensual tepat ditelinga Anyelir "Bukankah lebih berbahaya jika aku menari bersamamu ,hum ,?" Anyelir melempar kata terdengar sama sensualnya. Steve melemparkan senyum mematikan dan dengan cekatan menyasar bibir tipis Anyelir. Ya gaya hidup Anyelir berkiblat pada gaya barat, tidak jauh dari dunia malam dan tidak mengharamkan skinship tentu saja. Malu ? Tentu tidak,menari sambil berciuman adalah pemandangan wajar diclub malam. Mencari yang lebih dari itupun tentu saja banyak disana. Steve adalah pacar baru Anyelir,seorang pengusaha muda berdarah Chinese yang usianya lebih tua 3 tahun darinya. Mereka baru berhubungan selama satu bulan setelah tidak sengaja bertemu dipesta ulang tahun salah satu teman Anyelir. Sudah mulai terpancing gairah, Steve menarik Anyelir ke lorong dekat pintu masuk. Disana Steve dengan garang mencumbu Anyelir dengan balasan dari Anyelir yang tidak kalah hebat. Sampai sebuah pekikan yang cukup keras menghentikan aktivitas mereka. Terlihat seorang pria ,tidak ! Dimata Anyelir yang berdiri dihadapannya hanya seorang bocah yang kebetulan saja berperawakan tinggi. Anyelir tentu pandai menilai tingkat kedewasaan pria secara visual karena selama beberapa tahun dia terus berhubungan dengan pria pria yang lebih dewasa darinya. Meskipun ditempat itu pencahayaan cukup buruk,tapi Anyelir tetap bisa melihat dan menilai orang yang ada didepannya. "Apa lo liat liat ?Ngapain bocah ketempat begini? Nyari emaknya jangan disini!" Kata Anyelir sarkas ,kemudian acuh dan dengan santai kembali mencumbu Steve yang hanya diam dan melirik malas bocah tadi. *** Kediaman keluarga Chandra tampak ramai , semua berkumpul untuk merayakan kelulusan Cecilia Agatha Chandra. Bahkan keluarga Aryadigta adik dari Surya Chandra turut hadir untuk ikut merayakan acara selamatan untuk anak bungsu keluarga Chandra itu. "Van, adik kamu kog belum pulang ? Udah sampai mana katanya ? Bentar lagikan acara makan malamnya !" Tanya Surya, ayah Cecilia dan Stevan Surya Chandra. "Anu Pi, . . Itu . . Katanya bentar lagi " jawab Stevan sedikit tergagap. Dengan cepat Stevan tanpa sepenglihatan Ayahnya menarik tangan Arumi Ibunya ke dapur setelah menyajikan kopi dimeja untuk suami dan adik iparnya. "Van ,kamu kenapa tarik tarik mami ?" Tanya Arumi yang terkejut setelah dibawa Stevan ke dapur "Mi gawat Mi, Cecil nggak bisa Stevan hubungi ? Panggilan Stevan nggak diangkat angkat. Gawat kalau Papi sampai tahu ! Gimana dong Mi ?" Kata Stevan menjaga suaranya agar tidak terdengar oleh yang lain. "Kamu udah bilang ke adikmu kalau hari ini ada acara makan malam keluarga kan ?" Tanya Arumi "Udah Mi,Stevan udah kasih tahu !" Kata Stevan dengan anggukan kepala "Trus ,adikmu jawab apa?" Tanya Arumi menyelidik "Yes Brother . . !" Jawabnya yang kemudian mendapat keplakan kepala dari Ibunya. "Van . . Stevan. Kamu apa nggak tahu jawaban adikmu itu artinya masa bodoh. Kamu jadi kakaknya masak gitu aja nggak paham !" Kata Arumi tegang, sedangkan Stevan seolah mengurai perkataan Ibunya. "Mati . . Maaf Mi,Stevan nggak fokus . Pas bilang Stevan lagi main COD Mi . .!" Dalih Stevan polos "Kamu tu ya,umur sudah mau 24 tahun tapi masih aja main game . " kata Arumi kini sambil menjewer telinga anak bungsunya. "Trus sekarang Cecil dimana ?" Tanya Arumi kemudian melempar pandang pada Stevan. Mereka berdua terdiam,kemudian mengeluarkan ekspresi yang sama. "Van ,jangan bilang adikmu disana ?" Tanya Arumi terlihat panik "Kayaknya si disana Mi . . party" Jawab Stevan gugup "Duh gawat,ngamuk Papi kalau tahu van. Jemput sana adikmu !" Perintah Arumi "Kalau Stevan keluar ntar Papi curiga dong Mi !" Kata Stevan tengah menimbang nimbang kemungkinan yang bisa terjadi. "Trus gimana ? Kata kamu Cecil nggak angkat teleponnya !" Gemas sudah Arumi rasanya. Stevan dan Ibunya tengah gugup karena Cecil akan menimbulkan guncangan hebat malam ini kalau sampai dia tidak datang dan lebih parahnya kalau sampai Surya Chandra,ayahnya tahu anak perempuannya sedang asik diclub malam. Sampai pandangan Stevan mengarah ke adik sepupunya yang tengah melintas,timbulah ide dibenak Stevan untuk mengantisipasi tragedi yang akan timbul dirumahnya yang bisa menyebabkan huru hara. *** Seorang anak SMA berkacama,tinggi kurus yang kebetulan sudah cukup umur dan sudah memiliki KTP tengah berdiri gugup didepan sebuah club malam bernama Burning Moon. Menatap ngeri kearah penjaga tinggi besar serba hitam yang tengah menjaga pintu masuk club malam yang rencananya akan dia datangi. Ethan Arsya Aryadygta menelan salivanya,berjalan perlahan menekan kegugupannya menuju kearah pintu masuk Burning Moon Club. Tentu saja dia dihadang oleh penjaga pintu,karena setinggi apapun perawakan Ethan wajahnya tetap saja tidak bisa menutupi usianya. "Mau apa ?" Tanya salah satu penjaga "Mau masuk Om " kata Ethan terbata sambil menyerahkan KTP "Anak bau kencur ngapain kesini ,17 tahun aja belum genap kau. Sana pulang!" Kata penjaga sambil mengangkat alis dengan pandangan meremehkan saat melihat KTP milik Ethan. Tidak menyerah,dengan butir keringat dingin Ethan merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan sebuah amplop dan menyerahkannya ke salah satu penjaga. Dengan kasar penjaga itu menerima dan membuka amplopnya. Kedua penjaga saling melempar pandang,si penerima amplop memainkan alisnya memberi isyarat yang tidak dipahami Ethan. "Silahkan masuk , hati hati jangan banyak minum ,hindari keributan !" Kata salah satu penjaganya. Ethan tidak heran kenapa tiba tiba dia diperbolehkan masuk setelah menyerahkan amplop tadi. Tentu saja ! Amplop suap siapa yang akan menolak batinnya. "Ar,nanti kalau kamu dilarang masuk. Serahin aja amplop ini ke penjaganya. Pasti'in kamu bawa cecil pulang ya please ! Ngerti kan ? Kamu bisa kan Ar ?" Kata Stevan memelas. Sedikit khawatir Stevan meminta Ethan untuk menjemput Cecil,karena bagaimanapun Ethan seorang pelajar dan membiarkannya ketempat itu adalah salah,tapi mau bagaimana lagi. Ethan satu satunya yang bisa menolong rumahnya agar bisa terhindar dari amukan badai Ayahnya. Ethan berjalan pelan sambil mengedarkan pandangan ke sekitar. Sesekali mengernyit saat berpapasan dengan orang mabuk. Bau asap rokok dan minuman keras begitu menyengat bahkan dentuman musik jauh didalam sana sudah cukup memekakan telinga. Ethan berjalan perlahan,sampai dipersimpangan lorong Ethan terpekik kaget melihat sepasang muda mudi tengah asik bercumbu mesra,tidak ! Dimata Ethan itu adegan panas nan vulgar dan erotis yang cukup membuatnya malu melihatnya. Terlihat si perempuan melepaskan tautan bibir mereka dan menatap Ethan datar saat menyadari keberadaan Ethan yang tengah menatap mereka terkejut. "Apa Lo liat liat ! Ngapain bocah ketempat beginian? Nyari emaknya jangan disini!" Kata perempuan itu sarkas ,kemudian acuh dan dengan santai kembali mencumbu si pria yang hanya diam dan melirik malas padanya. Ethan menatap perempuan itu dalam diam,untuk sepersekian detik pandangan mereka bersiborok. Sampai si perempuan memutuskannya dan beralih pada pria yang berada didepannya kemudian meneruskan aktivitas bercumbu mereka. Sedangkan Ethan,mengalihkan pandangannya karena merasa risih. "Nggak ada malunya ciuman kok ditempat orang lewat mondar mandir" gumamnya

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

His Unavailable Wife: Sir, You've Lost Me

read
10.5K
bc

The Lone Alpha

read
125.5K
bc

The Luna He Rejected (Extended version)

read
613.1K
bc

Claimed by my Brother’s Best Friends

read
819.5K
bc

Secretly Rejected My Alpha Mate

read
35.8K
bc

Bad Boy Biker

read
8.7K
bc

The CEO'S Plaything

read
19.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook