10). Nostalgia Kenangan

930 Words

*** "Windy Joana." Masih diselimuti rasa kaget, sebuah uluran tangan beserta perkenalan diterima Syanina yang masih berdiri di depan pintu. Tak membalas, untuk beberapa detik dirinya fokus memandang perempuan bermata sipit di depannya itu, hingga suara Gibran yang tiba-tiba datang dari belakang Windy, membuat atensinya beralih. "Enggak usah repot-repot perkenalin diri, dia enggak sepenting itu," kata Gibran. Bukan pada Syanina, ucapan tersebut dia lontarkan pada Windy. Beralih pada sang istri, selanjutnya dia berkata, "Masuk, terus bawa anak itu ke kamarnya. Dia kedinginan, saya juga yang salah." "Bisa bantu aku?" tanya Syanina. "Agak repot juga bawa koper sama tas sambil gendong Raja." "Dari bawah ke sini bisa, kenapa sekarang minta dibantu?" tanya Gibran. "Membunuh Renjana aja kamu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD