*** "Ivan ...." Mendapati sang sahabat persis di depannya, panggilan tersebut keluar dari mulut Syanina. Masih tak menyangka Ivander akan datang menemuinya di apartemen, itulah yang dia rasakan sekarang karena memang tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, pria itu tiba-tiba saja ada di lobi. Entah ada apa Ivander tiba-tiba saja datang, Syanina tak tahu. Namun, yang jelas perasaanya kini degdegan karena jika Gibran tahu, suaminya itu mungkin tak suka, tapi untuk menolak Ivander datang pun dia tak bisa karena rasa tak enak yang tentu saja melanda. "Hai," sapa Ivander sambil mengangkat telapak tangan. "Kamu kenapa mendadak datang?" tanya Syanina. "Kamu bilang tadi minta alamat cuman karena pengen tahu aja di mana aku tinggal." "Aku pengen pastiin kondisi kamu," ucap Ivander—membuat Syanina

