Orion menengadah, menatap gradasi langit yang petang ini indah sekali, tak tampak mendung seperti biasanya. Namun sayang, wajah gadis cantik di sebelahnya justru muram. Nao memainkan jari-jari tangannya sembari menunduk. Entah mengapa, setiap datang ke tempat ini, ia begitu kesulitan mengontrol perasaan sedihnya. Padahal sebelum Nanda pergi, Nao pernah begitu semangat datang ke sini untuk sekadar menyalurkan semangat pada mereka yang tengah berjuang. Semula dua insan itu hanya berniat mencari tempat yang cocok untuk membangun rumah singgah. Orion sudah mempertimbangkan daerah mana yang berdekatan dengan rumah sakit. Tentu saja itu penting, mengingat salah satu tujuan didirikannya rumah singgah itu sendiri adalah untuk meminimalisir biaya pengeluaran bagi mereka yang memang kekurangan.

