Chapter 29

1095 Words

Andini tidak lagi peduli pada mereka yang menggunjing. Ia bahkan kini cukup dekat dengan Orion, dekat dalam artian berteman. Gadis itu tak segan memulai obrolan ringan, sekadar mencairkan suasana. Seperti saat ini, ketiganya duduk santai di lantai atas sembari memakan rujak ulek yang dibeli Andini. "Ori, kalau misalkan dulu aku juga dekat sama adik kamu, apa aku akan kamu pertimbangkan untuk menjadi pendamping kamu?" Orion dan Hadi kontan tersedak mendengar pertanyaan Andini yang tiba-tiba. Bumbu rujak yang asam serta pedas itu seperti masuk seluruhnya ke dalam saluran napas. Mereka pikir, Andini sudah tidak memikirkan perasaannya pada Orion, apalagi setelah acara kejutan lamaran kemarin; di mana gadis itu turut membantu Orion mempersiapkan segalanya. "Ih, kok jadi pada batuk-batuk git

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD