Chapter 30

1017 Words

Orion berdiri menghadap sang adik, sementara tangan pemuda itu bergerak teratur menggosok rambutnya yang basah dengan handuk. Alfa sendiri yang saat ini tengah melucuti sepatunya belum sadar sedang diperhatikan. Ketika berbalik, barulah anak itu sadar bahwa sang kakak memerhatikannya. "Apa Abang lihat-lihat?" Yang ditanya berjalan pelan, menyampirkan handuk pada sandaran kursi, lalu balik bertanya, "Ke mana aja sama Nao? Kok pulangnya sore banget." Helaan napas berat terdengar. "Aku mau bikin pengakuan, tapi Abang jangan marah-marah. Janji dulu." Orion menyipitkan mata mendengar penuturan adiknya. Kalau ia sampai diminta berjanji, pasti bukan masalah sepele. Apa lagi sekarang? Apakah Alfa bertengkar dengan temannya di sekolah? Atau apa? Berbagai tanya hadir di benaknya. Pemuda itu tak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD