Chapter 11

1130 Words

Daripada ikut bermain basket, bergabung bersama teman-temannya yang lain, Alfa memilih duduk di pinggir lapangan sembari melamun. Akhir-akhir ini melamun memang masuk ke dalam daftar kebiasaannya. Sedikit-sedikit melamun membayangkan bagaimana seandainya jika ia memiliki orang tua. Termenung lagi, memikirkan kondisi sang kakak. Belum dewasa saja benang-benang di otaknya seakan bertautan satu sama lain membentuk pola yang rumit tentang kehidupan orang dewasa. Hah, Alfa ingin kembali menjadi bayi saja rasanya. Tak punya beban. Melihat temannya duduk melamun di pinggir lapangan, Yoni berlari kecil menghampiri Alfa. Ada yang membuat Yoni penasaran sedari tadi. "Al!" panggilnya. Alfa menoleh, menatap lelaki bertubuh gempal yang kini duduk di sebelahnya. "Kenapa?" "Dari tadi kayaknya ada ce

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD