Aku duduk sejenak dan membayang, saat ini aku sedang dekat dengannya Risa Emerta. Bulan ini adalah awal Desember di tahun 2008, beberapa Minggu lagi akan masuk kepada tahun baru 2009.
Awal Desember ini begitu cerah kurasakan, langit-langit jalanan jarang sekali terlihat mendung, ataupun hujan.
Sehingga aku merasa cukup senang, terlebih lagi kami juga punya banyak acara pada bulan ini. Hari ini adalah tanggal 5 Desember di tahun 2008, tadinya aku dan Risa ingin pergi jalan-jalan bersama.
Namun..., tiba-tiba saja kawanku yang bernama Brumi Bruma menghubungiku, dan tak seperti pada biasanya.
"Kring....."
Telepon Jadul Berdering dan Cukup Kencang
Bunyi suara teleponnya Brumi. Aku biasa memanggilnya dengan sebutan Bru. Aku juga baru kenal dengannya pada beberapa bulan yang lalu.
"Ada apa ya dia meneleponku pada siang ini,? dan aku berpikir."
"Halo selamat siang Jem, lagi sibuk apa sekarang ini,? aku ingin ketemu kamu nih,!" Tanyanya dia.
"Ya halo, selamat siang juga Bru, hmm... ada apa ya Bru,? kok tiba-tiba ingin ketemu,?" Tanyaku yang heran.
BRUMİ BRUMA
Wah, gimana ya?. Aku ingin tahu dan kenal lebih dekat dengannya Jemi. Aku ingin masuk ke komunitas seperjuangannya. Karena pada saat ini aku sedang butuh tempat, ataupun perkumpulan yang dapat mengisi hari-hariku.
Aku cukup kenal dengannya Risa, tapi mereka pada bilang, kalau Jemi Kimer adalah pacarnya. Hmm... aku ingin cari tahu dulu.
Aku mendapatkan kabar darinya Bobi, karena sebenarnya ku juga punya rasa kepadanya Risa, tapi aku ingin berteman saja dulu pada Jeminya, Bru berkata dalam benaknya.
JEMİ KİMER
Beberapa waktu yang lalu, Risa telah bercerita padaku tentangnya Bru. Dia sering mengatakan kalau Bru mengajaknya jalan berdua.
Aku tidak masalah akan hal itu, tapi tentu aku merasa sedikit berat, dan lalu aku biarkan saja.
Karena tentu aku merasa sedikit cemburu, pantas saja beberapa waktu ini Bru selalu mengikutiku, dan sering bertanya-tanya tentangnya Risa.
Pertanyaannya seolah-olah seperti ingin mencari sesuatu, dan ingin tahu. Aku tidak mengetahuinya, apakah ia benar-benar suka kepadanya Risa, atau hanya ingin tahu saja.
"Aku juga tidak bisa menebak-nebak."
"Oh iya, begini nih Jem, aku ada acara sore nanti di Restoran Kenangan, bisakah kau datang kesananya,? soalnya aku lagi ada acara ulang tahun, dan ajak Risanya juga ya,!" kata dia melalui telepon tadinya.
"Oh begitu, baiklah, nanti aku pikirkan dahulu ya,! dan akan ku kabarkan lagi," Kataku padanya.
BRUMİ BRUMA
Aku bilang-bilang aja kalau ada acara ke Jeminya, walau sebenarnya ga ada yang ulang tahun. Aku ingin ketemu dengannya Jemi, terutamanya kepada Risa.
Gimana sih hubungannya mereka berdua itu?. Aku ingin tahu?.
Pada saat ini aku juga sedang kosong, dan Risa juga bilang kalau ia belum punya pacar. Aku pernah berjalan berdua bersamanya, lalu kemudian ia seperti menjauh dariku.
Tentu Jemi tidak mengetahuinya. Maka dari itu aku ingin melihat dengan lebih jelas, seperti apa reaksinya mereka berdua, terutamanya jika bertemu denganku nantinya, Brumi berkata dalam benaknya.
JEMİ KİMER
Akhir-akhir ini aku merasa sedikit jauh darinya Risa, tapi kami tidak putus komunikasi. Mungkin tidak begitu intens saja seperti pada biasanya.
Di suatu waktu yang lalu ketika aku berjalan, aku merasa seperti pernah melihat Risa di suatu tempat, tapi karena aku mengendarai motor, sehingga ku tidak melihatnya dengan jelas.
"Di sebuah jalan dan ada Kafenya."
Aku tidak mengekang siapapun, karena kupikir setiap orang butuh dan punya privasinya masing-masing.
Apalagi jika hanya sebatas pacar. Aku sangat menghargainya Bru, karena sudah beberapa kali ia mengundangku dan meminta untuk hadir di acara yang ia buat.
Bahkan, ia pernah mengenalkanku pada sepupunya Yoni, tapi tidak begitu aku tanggapi, karena ku sedang bersama dengan Risa pada saat ini.
BRUMİ BRUMA
Hmm... gimana ya?. Aku sih pengennya kalau Jemi itu berkenalan dulu dengan sepupuku Yoni. Tapi mereka bilang, kalau ia sedang bersama dengannya Risa.
Namun kok aku merasa aneh ya,? mengapa Risa tidak bilang kepadaku,? kalau ia sudah punya pacar, hmm... Brumi berkata dalam benaknya.
JEMİ KİMER
Aku dan Risa telah saling mengerti, maka dari itu aku tidak pernah membatasi apapun keinginannnya. karena bagiku setiap orang butuh kebebasan.
"Selagi itu masih dalam hal yang wajar."
Sebagaimana aku yang juga butuh kebebasan. Akan tetapi dia cukuplah egois, bila ku berjalan dengan wanita lainnya, maka ia pun akan marah.
Namun, jika ia berjalan dengan lelaki lainnya, maka aku pun tidak bisa berbuat apa-apa. Aku pikir hal itu cukuplah egois, maka dari itu ku cukup pusing dan mencoba merasa untuk lega saja.
Pesan SMS Jadul Masuk ke Handphoneku
"Halo, gimana Jem,? jadi kan, nanti sorenya,?" ajak Risa ya,!" Tanyanya Bru lagi dan seperti ingin meyakinkan.
"Halo ya... baiklah Bru, nanti sore jadi sepertinya, jam berapa ya,?" Tanyaku.
"Jam 5 ya, aku tunggu di depan Restoran Kenangan," Kata dia.
Restoran itu cukup populer, karena pada biasanya sangatlah ramai. Singkatannya adalah RK Resto, atau Restoran Kenangan.
Tentu aku berpikir akan banyak yang datang nantinya, karena adanya acara tersebut, mungkin saja ada Bobi, Daniela, Vanvi dan yang lainnya juga.
RİSA EMERTA
Waduh..., gimana ya?. Apa lebih baik aku diam saja, soalnya Kak Jemi ga tau kalau aku kemarin-kemarinnya pernah jalan sama si Brumi.
Hmm... lebih baik aku diam saja deh. Soalnya Brumi ga tau, kalau aku ini pacarnya Jemi. Aku ga enak akan ajakannya Brumi kemarinnya.
Kak Jemi juga belum begitu kenal dengannya Brumi. Jadi aku mencoba untuk biasa-biasa saja. Hmm... ada acara apa ya,?. Katanya Kak Jemi ada seseorang yang mengundang kami berdua, Risa berkata dalam benaknya.
JEMİ KİMER
Hari ini masihlah siang, mungkin sekitar jam 13.00 Wrd. Kami tinggal di Kota besar, yakni di Yang-Yang Zhi.
"Wrd, Waktu Negara Republik Damba."
Kemudian aku menghubunginya Risa dan mengatakan, bahwa Brumi mengundang kita berdua untuk hadir di acaranya ia sore nanti.
Aku sudah cukup paham akan apa yang Bru ingin ketahui, jadinya ku mengatakan kepadanya Risa. Tampaknya Risa juga mengerti, dan kami berdua pun datang ke acaranya.
"Kring..., Halo salam selamat siang dek, ini Kak Jem, nanti sore Kakak Jemput ya,! Brumi mengajak kita berdua untuk datang kesana," Aku menjelaskan, dan tadinya telah ku ceritakan.
"Salam, selamat siang juga Kak, baik, nanti jemput aku jam 5 dirumah ya,!" Kata Risa.
Aku dan Risa sudah saling paham satu sama lainnya, jadi jika ada hal-hal yang seperti itu, maka kami pun sudah biasa saja.
RİSA EMERTA
Wah..., ngapain sih Si Brumi ngajakin ketemuan gitu, berdua lagi sama Kak Jeminya. Hmm... ada apa ya?.
Dia ga tau kalau aku adalah pacarnya Kak Jem. Wah gimana ini nantinya ya,? terutamanya kalau kami berdua ketemu, wah bisa gawat nih kalau begini.
Tapi tidak mengapalah, agar ia tahu juga, kalau aku sedang bersama dengan Kak Jemi sekarang ini. Terutamanya, agar Bru tidak lebih jauh mendekatiku, Katanya Risa dalam benaknya.
JEMİ KİMER
Aku cukup sadar dan tahu, kalau banyak juga yang menyukainya Risa. Maka dari itu aku berusaha mengimbanginya, hal itu agar aku tetap bisa bersamanya.
Akan tetapi, memang tidak bisa dipungkiri, kalau godaan dan yang lainnya, mungkin akan selalu ada, sekalipun mereka adalah teman-temanku.
Pada saat ini hubunganku masih mantap dan tidak adanya kendala, dan aku pikir hal itu adalah sesuatu yang biasa.
"Bagaimana dek, jadi kan, sore nantinya,?" Tanyaku padanya Risa.
"Oke Kak," Katanya dan kami menunggu waktu hingga sore hari.