BANYAK MENAWARKAN

1073 Words
Aku pada saat ini sedang santai di kamarku, dan ku baru saja pulang dari beribadah sholat Jum'at tadinya. Brumi meneleponku ketika aku baru pulang dari masjid, beberapa menit yang lalu. Pada bulan ini kami tidak ada kuliah, karena baru saja libur semesteran. Aku cukup lelah, terutamanya tentang hubunganku dengannya Risa, tapi ku masih bisa tetap bertahan. "Walau terkadang ia seperti selalu ingin lepas dariku." Bahkan aku menganggapnya sudah seperti keluargaku. Aku heran padanya Risa, karena pada akhir-akhir ini, dia sering sekali memperlihatkan foto wanita lainnya kepadaku. Pada Beberapa Waktu Yang Lalu "Kak Jemi, sini dong,! duduk dekat aku,! hmm... kalau sama cewek ini,!? kenal ga Kak,!? dan bagaimana menurutmu,!?" Tanyanya Risa. "Yah...tidak kenal lah dek, memangnya kenapa ya dek,?" Tanyaku padanya heran. "Hmm...tidak ada, nanya saja,!" Kata dia dan kemudian diam. RİSA EMERTA Bagaimana ya?. Aku coba lihatin beberapa wanita lainnya kepada Kak Jemi, jika saja ada yang disukainya?. Akan tetapi, nampaknya ia selalu saja tidak begitu merespon hal itu. Aku jadi bingung nih,! dan ku harus bagaimana ya?. Aku ingin menjauh sebentar darinya, karena aku ingin fokus kepada kuliahku, lalu juga pada saat-saat ini, aku sedang ada seseorang yang melirikku. Tentu Kak Jeminya tidak tahu, nanti aku coba carikan yang lainnya, siapa tau ada yang dia sukai, Kata Risa dalam benaknya. JEMİ KİMER Pada saat ini adalah di tahun 2008, tentu masihlah jadul dan teknologi juga masih dalam tahap perkembangan. Kami berkomunikasi hanya lewat telepon dan SMS saja. Kemudian ada juga aplikasi yang bisa melihat orang-orang lainnya, dan aplikasi itu bernama 'Buku Kenalan'. Atau disingkat juga dengan aplikasi BK. Pada tahun 2008, dan aplikasi itu sangatlah populer, bisa digunakan dengan menggunakan internet, lalu hingga pada sekarang ini telah berkembang pesat menjadi aplikasi milenia. Risa memperkenalkanku kepada banyak wanita lainnya, tentunya dengan menggunakan aplikasi tersebut, bahkan teman-temannya pun juga ikut dikenalkannya, tentu aku merasa heran. "Mengapa ia begitu?." Pada beberapa waktu yang lalu "Hmm... dek,! kok kamu bisa kenal banyak cewek-cewek itu ya,? darimana tuh,?" Tanyaku. "Ya iyalah Kak, aku kan online dan ada internetnya. İni aku lagi lihat-lihat menggunakan aplikasi BK, Buku kenalan. Banyak loh disini orang-orangnya, nanti aku kenalin ya,!" Kata dia. "Loh kok gitu sih, kan aku kenalnya ke kamu, bukannya sama mereka,!" Kataku yang heran. Aku tidak ingin sebenarnya di kenalkan seperti itu, kecuali jika memang butuh atau sudah tahu dan kenal sebelumnya. Tapi karena aku telah merasa nyaman kepadanya Risa. Aku menuruti saja apa keinginannya dia. Karena bagiku, hubungan itu bisa dibangun melalui waktu yang berjalan, namun bukan dengan membandingkannya. Karena setiap orang, aku pikir punya perbedaannya masing-masing. Tetapi, Risa sepertinya sedikit tidak mengerti. Bahkan aku cukup susah dalam berkomunikasi dengannya, karena ia mempunyai respon yang cukup lama. Aku sudah merasa pada akhir-akhir ini, karena sikapnya seperti ada sesuatu yang berbeda, dan tidak pada biasanya. Sebelum-sebelumnya kami sering bercanda, bercerita dan jalan-jalan. Percakapanku padanya beberapa waktu yang lalu. "Oh...kalau boleh tau, kenapa ya Ris kamu kenalkan cewek-cewek itu ke Kakak,?" Dan "Siapa mereka-mereka itu ya,!?" Tanyaku yang telah heran. "Hmm..," Sejenak hening dan,"Tidak ada sih Kak, aku pengen kenalin saja ke kamunya, Kakak mau ga,?" Tanyanya ia dan ingin meyakinkan. Tentu aku terkejut tiba-tiba, dan ku langsung terdiam, kemudian ku berpikir. "Mengapa ia bertanya kepadaku mengenai wanita-wanita itu seperti tadinya?." Aku tidak menjawabnya, dan ku langsung menatap matanya. Namun Risa malah tersenyum kepadaku dan seperti tertawa. Heran aku kepadanya dan bahkan ku merasa, sepertinya tidak lama lagi ku pun akan menjauh darinya, dan telah terasa sedikit jauh saat ini, dan cukup jauh. "Sejenak aku telah bisa merasakannya pada akhir-akhir ini." "Baik kalau begitu, nanti aku kenalkan sama temanku ya Kak Jem,! pokoknya oke deh,!" Katanya Risa dan seperti menyuruhku. "Loh kok gitu sih,! lah aku kan senangnya sama kamu, kok malah cewek lain yang dikenalkan, kenapa memangnya dek,?" Tanyaku. "Sudah...!" Sejenak hening, "Tenang saja Kak, oke,!"Katanya dia dan kemudian diam lagi. Aku tenang-tenang saja pada saat ini. Karena kuliahku juga tidak begitu sibuk. Risa pun juga baru masuk kuliah. Aku tidak begitu pusing, seperti yang kukatakan tadinya. Aku berpasrah saja pada apa yang tidak ku ketahui. Namun tentu aku berharap, hubungan ini akan tetap bisa berjalan baik dan sebagaimana mestinya. "Apanya yang tenang kok Ris,!? loh kamunya tenang ga sama akunya,!?" Tanyaku karena heran kepadanya. "Ya...ga ada sih Kak, hmm... pokoknya gitu deh," Kata dia dan diam lagi. Aku bertanya padanya tapi dia malah berkata seperti itu, jadinya aku cukup penasaran. "Ada apa sebenarnya ya?." Seperti ada sesuatu yang tidak biasa, karena aku mulai mencoba membacanya dengan pelan, dan perlahan-lahan. RİSA EMERTA Wah gimana ya?. Susah juga menjelaskan kepada Kak Jeminya. Akan tetapi, pada saat ini ada seseorang laki-laki yang sedang ingin mendekatiku, dan aku pun cukup tertarik kepadanya. Aku ingin menjauh sebentar saja darinya Kak Jem, karena ku juga tidak ingin kehilangannya. Cowok itu cukup tajir dan keren. Wah, aku mesti bagaimana ya?. Apa yang harus aku lakukan?. Kak Jemi jugalah begitu, tapi aku ingin adanya sesuatu yang lebih bergengsi. Aku pikir tidak mengapa, karena Kak Jemi juga sudah mengerti kepadaku, dan lagi pula kami belum begitu jauh berhubungannya. Namun aku punya sedikit kekhawatiran, jika saja aku terlena, mungkin saja Kak Jemi bisa pergi dariku. Tentunya, hal itu adalah suatu konsekuensi yang harus aku hadapi, Risa berkata dalam benaknya. JEMİ KİMER Aku cukup mengenalnya Risa, maka dari itu ku mengerti. Apa saja keinginannya, maunya, dan ku sudah cukup paham. Namun terkadang, ada sesuatu yang tidak bisa aku mengerti darinya, yakni mengapa pada akhir-akhir ini ia sedikit berubah, dan sepertinya ingin selalu menjauh dariku. "Dan seperti ingin lepas dari rasa yang kupunya terhadapnya." Tentu aku bertanya-tanya, pada sekarang ini aku cukup sering memperhatikannya, apapun yang ia lakukan. Baik jika sedang bersamaku atau juga tidak. Pada beberapa waktu yang lalu, telah aku ceritakan tadinya, sepertinya aku pernah melihat Risa di suatu jalanan dan kafe. Akan tetapi, karena ku menggunakan motor, jadinya ku tidak melihatnya dengan jelas. Aku telah merasakannya, dan kadang-kadang di setiap aku berjalan di jalanan, mataku seolah-olah seperti melihatnya ada. Mungkin karena ia sedikit menjauh tadinya, jadinya aku merasakan adanya suatu kecurigaan. Namun aku rasa, hal itu adalah sesuatu yang wajar. Hubungan kami berjalan seperti pada biasanya, tidak ada hal-hal yang menyusahkan, dan baik-baik saja. Risa baik dan pengertian, namun aku sedikit susah untuk berkomunikasi dengannya, terkadang ia cukup lambat dalam merespon apa yang aku maksudkan. Lagi pula, kami belum begitu serius, dan aku pikir tidak mengapa jika ia benar-benar ingin mengenalkanku kepada yang lainnya. Terutamanya..., karena kita sama-sama mencari yang terbaik yang bisa dilakukan dan diinginkan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD