DİUNDUR

1055 Words
Kami berdua mengobrol sebentar sambil menunggu jam 5 sore tiba, dan setelahnya aku beristirahat. Akan tetapi baru saja aku bersantai sejenak, tiba-tiba ada telepon darinya Brumi, dan ia mengatakan kalau acara hari ini tidak jadi. "Atau diundur." Aku tidak begitu kaget, karena dia yang mengundangku. Lagi pula, aku juga belum begitu kenal dengannya Bru. Namun aku pernah bertemu dengannya beberapa kali, dan aku cukup hafal, yakni orangnya mudah berteman dan baik. Aku cukup bisa menerima siapapun dan dari kalangan manapun, terutamanya kenalan, karena setiap orang pasti membutuhkan teman, pikirku begitu. Zaman dulu, komunikasi hanya telepon dan SMS pada tahun 2008 "Kring..." HALO "Selamat sore Kak Jemi, lagi apa nih,? maaf sebelumnya ya, mau mengabarkan, sepertinya acara hari ini tidak jadi, atau diundur besok sore, karena yang lainnya bilang, lebih baik besok Sabtu dan bertepatan dengan Malam Minggu,!" Katanya Bru menjelaskannya kepadaku. "Ya halo selamat sore juga. Oh... begitu ya Bru. baiklah, besok dikabarin saja,!" Kataku. "Oh iya Kak Jem, jangan lupa ya,! besok ajak Risanya ya,!" Kata dia. "Ya...baiklah,"Kataku. BRUMİ BRUMA Hehehe... aku ingin tau seperti apa reaksinya Kak Jemi padaku. Aku suka juga sama si Risa pacarnya, tapi ku cukup segan dengannya Kak Jemi. Jadinya aku tidak mendekatinya. Kebetulan ada seorang kawanku yang tertarik padanya Risa, dan ia ingin mengenal dan melihatnya pada esok harinya. Akan tetapi bagaimana ya?. Aku sedikit segan padanya Kak Jemi, terutamanya ia lebih tua dariku. Namun kabar-kabarnya, kalau hubungannya mereka berdua, katanya pada saat ini sedang tidak harmonis. Wah, aku tidak menggoda siapapun, karena ku hanya ingin tahu saja. Ada seorang kawanku yang begitu tertarik kepadanya Risa, namun Kak Jemi tidak mengenalnya, Brumi berkata dalam benaknya. RORİ CAY SHENZU Hmm... aku saat ini sedang menunggu kabarnya Risa dari Brumi. Katanya Risa pada saat ini sedang tidak harmonis dengan pacarnya. Aku sudah cukup lama suka kepadanya. Maka dari itu aku coba menunggunya, dan bagaimanakah kabar selanjutnya. Aku pikir Risa cukup menawan dan menarik. Pada saat ini aku hanya bisa mendapatkan kabarnya saja, dan itu pun hanya dari Brumi, Rori berkata dalam benaknya. BRUMİ BRUMA Aku melihat dan memperhatikan, sepertinya sudah beberapa hari ini Rori selalu termenung, tampaknya sedang memikirkan seseorang. "Siapa ya,? tanya dalam benakku." Apakah mungkin ia memikirkan Risa Emerta, setahuku ia sudah beberapa kali mengajaknya Risa jalan, setahuku begitu. Akan tetapi, Kak Jeminya tidak mengetahuinya. Aku tidak ikut campur pada urusannya mereka, apalagi tentang perasaan dan hubungan. Tentu hal itu merupakan sesuatu yang sensitif. Besok ialah hari Sabtu pada tanggal 6 Desember 2008. Aku akan coba ajak si Rori untuk datang di acaraku. "Jika saja ia bisa besoknya." Aku biasa memanggilnya dengan sebutan Rio. Dia orang yang cukup berkelas dan menyenangi musik, Brumi berkata dalam benaknya. JEMİ KİMER Aku tidak begitu tahu dengannya Bru, karena Risa saja yang telah menceritakannya kepadaku. Dia memang punya banyak kenalan laki-laki, dan aku tidak memikirkan hal itu. Aku menjalankan saja apa yang sedang terjadi pada saat ini. Namun, jika aku melihat dari sikapnya si Bru, nampaknya ia cukup baik dan bersahabat. Aku dengar-dengar, katanya ada seseorang laki-laki yang suka kepada pacarku Risa Emerta, namun ku belum mengetahui secara jelas. "Siapakah ia,? dan seperti apakah orangnya?." Pada hari ini acaranya di undur, aku memberitahukannya kepada Risa. Kami pun saling SMSan dan berkomunikasi. Komunikasi itu sangatlah penting, apalagi di dalam suatu hubungan, dan itu merupakan inti dari keberlangsungan jalinan pertemanan yang ada. Hari telah beranjak sore "Salam, selamat sore dek, ada info nih,! Kakak baru saja di hubungi oleh Brumi, dia bilang acaranya diundur besok jam 5, gimana dek,?" Tanyaku pada Risa. "Yah... kok bisa, hmm... ga jadi pergi ajalah Kak,!" Katanya dia. "Ya aku sih terserah kamu. Aku juga tidak begitu kenal dengannya Brumi, menurutmu bagaimana,?" Tanyaku. "Besok ya Kak, baik nanti aku pikirkan dulu ya. Aku kenal dengannya Brumi Kak, kalau begitu ga apa-apa deh, sekalian besok aku kenalkan Kakak ke mereka,!" Kata dia. "Baik kalau begitu," Kataku. RİSA EMERTA Hmm... ada apa ya kok tiba-tiba saja acaranya diundur. Wah sepertinya ada sesuatu nih?. Aku kenal sama Brumi, sedikit usil juga sih dianya. Tapi tidak apa-apa, namanya juga berteman, setidaknya dapat menghiburku dari kekesalan dan juga kepenatan. Aku cukup kesal dengannya Kak Jemi, tapi aku suka dan sayang kepadanya, ia pun sepertinya begitu. Akan tetapi, kami terkadang susah untuk menyambung, dan itu yang menjadi kendala utamaku dengannya. Aku pikir, rasa nyaman saja sepertinya tidak cukup, respon dan perhatian merupakan sesuatu yang lebih penting, dan ku sepertinya tidak mendapatkan itu. Mungkin karena aku tidak mendengarkannya Kak Jemi dengan lebih baik, maka dari itu aku coba mengenalkannya dengan wanita yang lainnya. Aku pada saat ini telah terpikirkan kepadanya Kenia, dan ia pun masih sendiri. Aku rasa Kenia lebih cocok kepadanya Kak Jemi, mungkin saja dan kupikir begitu, Risa Emerta berkata dalam benaknya. JEMİ KİMER Risa pada akhir-akhir ini cukup susah dihubungi, namun kami masih berhubungan. Aku merasa susah dalam berkomunikasi dengannya, karena responnya yang terkadang tak dapat ku mengerti. Mereka kawan-kawanku tidak tahu, kalau aku ini adalah pacarnya Risa Emerta. Hanya beberapa yang dekat saja mengetahuinya. Aku fokus kepada perkuliahanku, namun hal itu cukuplah penting, karena semua yang ada dan hadir di hidupku, adalah sesuatu yang berharga. "Baik teman, sahabat maupun pacar sekalipun." Hari-hariku berjalan sebagaimana mestinya, dan dengan kehadirannya Risa, tentunya hal itu dapat menambah semangatku dalam belajar dan kuliah. Risa baru saja memasuki jenjang perkuliahan, namun aku melihat dan mendengar, sepertinya ia ingin pindah ke universitas lainnya. "Katanya mereka-mereka begitu." Karena telah beberapa kali ia bercerita kepadaku, kalau ia merasa tidak cocok kepada jurusan yang dipilihnya. Aku pada saat ini sedang menjalani perkuliahanku di semester 5. Tentu perbedaan umur kami tidak begitu jauh, mungkin hanya tiga atau lima tahun saja. Pada hari ini kami hanya berkomunikasi lewat SMS. "Kak Jem, kuliahnya Kakak bagaimana pada sekarang ini,? Apakah lancar,?" Tanyanya Risa. "Ya... begitulah dek, baik-baik saja dan lancar, kalau kamunya,?" Tanyaku. "Oh... aku bingung nih Kak, ga tau seperti apa nantinya," Katanya ia. Kami berbincang sejenak tentang perkuliahan, kiranya Risa bingung kepada kuliahnya, tepatnya pada jurusannya. Pada sekarang ini ia masuk ke jurusan Seni Tari. Namun ia pernah berkata, kalau ia ingin berkuliah di jurusan Ekonomi. Akan tetapi, teman-temannya banyak yang kuliah di jurusan Tari. Kalau aku melihatnya, sepertinya ia tidak betah berkuliah di jurusan itu, karena ku juga bisa membacanya. Tampaknya ia lebih cocok ke jurusan Ekonomi atau akutansi. Jurusan itu lebih umum dan mempunyai banyak peluang. Namun itu hanyalah pendapat saja.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD