Kanaya mengangguk singkat dan tersenyum. Membalas genggaman tangan hangat milik Reynand. “Iya. Aku percaya padamu.” Sahutnya berusaha untuk mempercayai kata-kata Reynand. Meskipun jauh dalam relung hatinya. Ada rasa tercubit saat Mama dari kekasihnya itu dengan gencar mencarikan wanita yang sederajat dengan anaknya. Untuk ia jadikan menantunya. Lalu bagaimana dengan dirinya? Yang bahkan tak tahu seperti apa dan bagaimana kehidupan orang tuanya? Masih adakah di dunia ini? Atau bahkan telah berbeda dunia dengannya? Reynand yang mengerti arti dari wajah murung kekasihnya. Segera bangkit dan berlutut dihadapan wanitanya. Ia genggam kedua tangannya lalu mengecup punggung tangan Kanaya dengan lembut. “Dengar sayang. Aku sangat mencintaimu. Bagaimana mungkin aku bisa mengkhianati cinta kita

