Dua hari sudah Reynand pergi. Untuk melakukan perjalanan dinas ke Korea dan Singapura. Mengecek anak perusahaannya yang berada disana. Seharusnya, besok adalah jadwal kepulangannya. Namun, karena kendala di dalam anak cabang Perusahaannya. Terpaksa Reynand harus menunda kepulangannya. Dan hal itu membuat Kanaya kesal. Pasalnya, ia sudah sangat merindukan suaminya itu. Dan selama dua hari ini ia kesulitan untuk terlelap di malam hari. Sebab, tidak ada tangan besar nan hangat milik Reynand yang selalu mengusap lembut perutnya. Mungkin karena telah terbiasa dengan hal tersebut. Makanya Kanaya seolah merasa ada yang hilang dalam ritual malamnya. Sehingga akibatnya ia tak dapat terlelap dalam tidurnya. Sesekali ia akan terbangun dan melihat sekelilingnya. Berharap bahwa Reynand berada disan

