Zeema 24

1294 Words

Iris mata Disaka menatapku. "Kau ingin tahu gadis mana?" Tanya Disaka. Aku menyadari siapa pria yang tengah duduk di hadapannya itu, dia pria yang kala itu di panggil Jim. "Jangan membuatku penasaran Disaka. Katakan saja, aku merasa kasihan pada gadis itu." Ucapan jim, membuatku menatap Disaka intens. "Apa maksud mu?" Ulang Disaka. "Aku mengerti gaya pria sepertimu, jangan sampai kau membuang gadis itu setelah puas dengan tubuhnya." Mulutku sedikit terbuka mendengarnya, Dum... Dum... Dum... Perasaan yang sama muncul saat aku menyadari ucapannya, kalimat itu sangat dekat denganku 'di buang' "Jim jangan berbicara sembarangan!" Tegas Disaka. "Apa yang salah?" "Ucapan mu! Semuanya salah! Aku tak berniat mencampakkannya, dia gadis yang ku tunggu. Jaga mulutmu sebelum aku merobek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD