Zeema 25

1129 Words

Disaka tak menyahut ucapanku, pria itu hanya diam dengan tatapan yang memaku padaku tanpa berkedip sekalipun. Cukup lama terdiam dalam posisi yang sama, Disaka melepaskan pelukannya. "Jangan berfikir tentang perpisahan, aku tak ingin membahasnya. Meskipun aku tahu suatu saat kau pasti akan meninggalkan ku." Ucapnya. Aku hanya bisa mengulum bibir melihat Disaka berbalik menjauhi ku, ku tatap pundaknya yang lebar. Mendekat ke arah Disaka, kami sama-sama menatap kota dari balik kaca besar di atas sana. "Apa ucapan ku menyakitimu?" Tanyaku memecah keheningan. "Tidak, lagi pula ucapan mu memang ada benarnya." "Seharusnya aku tak mengatakan nya, maaf Disaka. Aku akan lebih menjaga ucapanku lain kali." Disaka menatapku sekilas. "Jangan lain kali, setiap hari, bahkan setiap saat kau berbi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD