bc

Menggenggam senja

book_age12+
0
FOLLOW
1K
READ
comedy
like
intro-logo
Blurb

senja mengajarkan ku bahwa keindahan tak selalu selamanya.

~Nayla larasati~

Setelah kepergian ayah nya Nayla menjadi sosok yang pemdiam yang membuat ibu dan Abang nya Dean merasa kehilangan sosok Nayla yang ceria dan usil yang selalu menghidupkan suasana di keluarga sopwan.

aku akan menjadi senja untuk mu yang selalu membuatmu tersenyum.

~Mirza hakim ~

chap-preview
Free preview
BAB 1
Langit mendung mengiringi langkah yang rapuh untuk mengantarkan sang ayah untuk selamanya,seakan alam merasakan kesedihan keluarga Jalaluddin akan kepergian sosok yang sangat mereka cintai . Dean merangkul dan memeluk dua bahu wanita yang dia sayangi melebihi dirinya sendiri memberi kekuatan untuk tegar dan ikhlas melepaskan kepergian sang ayah. "ibu....dek...ayo kita pulang ayah pasti sedih liat kalian seperti ini".Dean menyadarkan dua wanita di samping nya untuk meng ikhlas kan kepergian sosok pengayom di keluarga nya. Mira melirik kedua anak nya dia sadar seharusnya dia yang lebih tabah untuk menghadapi musibah ini. Mira berjalan dan merangkul bahu putrinya. "ayo nak kita pulang ayah pasti sedih lihat kamu seperti ini" Tampa berkata kata Nayla bangkit berdiri bejalan beriringan dengan ibunya. "ayah aku pasti akan menjaga ibu dan Nayla dengan baik seperti ayah menjaga kami semua". janji Dean kepada sang ayah sambil mengusap batu nisan yang bertuliskan nama Jalaluddin binti Thohir. Dean kemudian menyusul langkah ibu dan adik nya menuju mobil Innova warna hitam. mobil pun melaju dengan sedang membelah jalanan Bandung. ***** hari masih pagi tapi keluarga Syarifuddin telah terbiasa melahkukan sholat berjamaah subuh untuk memulai hari. setelah selesai sholat Mirza kembali ke kamarnya untuk menganti baju Koko nya dengan baju kemeja dan celana bahan hitam untuk pergi kuliah.mirza mengambil minum dan berjalan ke arah sang adik . "lagi ngapain dek??"tanya Mirza sambil mendaratkan p****t nya di kursi, yang ditanya malah tidak menjawab. "kebiasaan masih pagi ngelamun,"gumam nya, mirza tersenyum dan detik berikutnya. "Abang ..." pekik Liana sambil mengibas ngibaskan kertas yang sengaja Mirza cipratkan air minumnya "...ih ...jail banget deh "Liana cemberut karena tindakan jail Abang nya. "makanya tu kertas di kasih coretan ke bukan cuma di lamunin doang kasian kan kertasnya, jadi Abang kasih cipratan air biar itu kertas ada isinya "mirza nyengir sambil mengacak jilbab sang adik. "ih.... Abang apaan sih dikit dikit ngacak jilbab Nana jadi berantakan kan jilbabnya."Liana kembali cemberut sambil memperbaiki jilbab nya. "lagian...Nana bukan lagi ngelamun tapi lagi cari inspirasi buat ngegambar di kertas itu" "ouh...cari inspirasi !! "Mirza mengulangi kalimat Liana. "iya...abangku yang nyebelinnn banget"liana melenggang pergi mengambil kertas yang baru. Mirza menjentikkan jarinya ke arah adik nya. "gimana kalau Abang jadi modelnya !!!". Liana langsung menatap Abang nya dengan satu alis terangkat ke atas. "Abang .."ulang Liana tampak berfikir. Mirza mengangguk sambil tersenyum. "MMM..boleh juga "liana tersenyum misterius. " aku akan menggambar bang Mirza seperti kera ".Liana membatin sambil senyum-senyum sendiri. "jangan ber pikir gambar Abang kaya kera ya ", protes Mirza seperti bisa membaca pikiran adik nya yang sebelas dua belas kelakuan usil nya dengan nya. Liana kaget dengan protesan abangnya pasalnya protesan sang Abang sama dengan pikiran jahat nya. "kenapa....Abang tau keusilan kamu dek", Mirza tersenyum menghampiri adiknya dan mengacak kembali jilbab sang adik untuk yang kedua kali nya. "ABANG...!!!"Liana berteriak mengejar sang Abang yang lari ke arah meja makan. "Abang , Nana ngapain sih pagi pagi udah pada ribut aja"protes sang bunda . "bunda..~bang Mirza terus ajah godain Nana ,Nana kan jadi sebel".Liana menghampiri sang bunda dan meminta pembelaan terhadapnya. "Abang..".bela sang bunda. "bunda..".Mirza malah balas memanggil sang bunda. "ada apa ini "tanya sang ayah sambil turun dari lantai dua. "biasa yah anak anak ayah pagi pagi udah pada ribut", adu sang bunda. "kalian berdua udah pada besar tapi kelakuan masih kaya anak kecil".ucap sang ayah sambil mendaratkan p****t nya ke kursi makan. "Abang sih ". ucap Liana memandang Mirza kesal . Mirza hanya tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "udah udah ayo duduk kita sarapan dulu".ucap sang bunda. mereka pun duduk dan menikmati sarapan pagi mereka dengan diam. ***** "nay...sampai kapan kamu akan murung seperti ini nak ??",tanya sang ibu sambil mengusap kepalanya sayang. "Nayla belum bisa melupakan semua kenangan bersama ayah Bu",ucap Nayla getir memandang kosong mengenang kenangan nya bersama sang ayah. Mira mengusap kepala Nayla sayang. "tapi nay kamu harus bangkit nak hidupmu ,cita cita mu, harus kamu gapai biar almarhum ayah kamu bangga mempunyai putri sepertmu,"Mira memeluk putrinya dengan erat. Nayla hanya mengangguk didalam dekapan ibunya. "iya dek ayah pasti sedih liat kamu kaya gini mana adek Abang yang ceria dan usil kepada Abang dan ibunya",Dean tiba tiba datang dan duduk disamping Nayla sambil mengelus kepalanya sayang. Nayla melepaskan pelukan ibunya dan genti memeluk Dean . "iya bang."Nayla menjawab dengan suara lirih. "ya udah yuk kita sarapan dulu ",Mira mengajak ke dua anaknya untuk sarapan. Meraka duduk di meja makan yang sudah tersaji berbagai jenis makanan kesukaan Nayla. "ni nay.... Abang tadi masak sayur asem sama tempe mendoan kesukaan kamu ayo cicipi",Dean menyendok kan nasi serta lauk pauknya ke piring Nayla. "eh... Abang itu kebanyakan nasinya",protes Nayla dan Tampa sadar sikap manja nya keluar kepada abangnya. "... nay gak makan banyak ya bang ".Nayla cemberut Dean dan Mira saling pandang dan tersenyum. "udah makan yang banyak tubuh kamu itu terlalu kurus, kalau terlalu kurus nanti Abang kalau mau cubit pipi kamu kan gak kerasa, " "Abang...ibu Abang mah jahat banget sama nay".adu Nayla Kepada sang ibu. "udah udah gak baik berantem di depan makanan ayo makan ". "Abang bercanda kok nay..ayo makan" *****

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Tentang Cinta Kita

read
188.4K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
203.2K
bc

Single Man vs Single Mom

read
97.1K
bc

My Secret Little Wife

read
92.1K
bc

Siap, Mas Bos!

read
11.1K
bc

Iblis penjajah Wanita

read
3.3K
bc

Suami Cacatku Ternyata Sultan

read
14.0K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook