Cathreen berhasil mengantarkan Yang Mulia Aleksander MacMillan ke tempat yang dia inginkan, dan itu berarti, dia bisa bernapas dengan bebas tanpa harus takut akan membuat masalah lagi karena lelaki itu. “Cath.” Sophia langsung melambaikan tangan ke arahnya ketika melihat Cathreen memasuki kamar mereka. Cathreen langsung melangkahkan kakinya menuju tempat Sophia. “Jadi, bagaimana rasanya mencuci piring dengan pangeran idaman semua siswi di sini?” tanya Sophia dengan dua alisnya yang terangkat, menandakan dia begitu excited mendengarkan cerita Cathreen. “Tidak ada yang menarik. Dia sungguh menyebalkan.” Cathreen menghela napas dan membaringkan tubuhnya di kasur Sophia. “Hei!” Sophia memukul lengan Cathreen yang membuatnya langsung mengeryitkan dahinya tidak suka. “Mungkin semua orang rela

