Chapter 12

1156 Words

Sydney MacMillan tidak pernah menyangka bahwa berpisah dari anaknya akan semenyiksa ini. Dia tidak bisa berhenti memikirkan Aleksander. “Louis, bagaimana jika dia tidak nyaman di sana? Apa kamu sudah yakin kalau teman-temannya tidak akan merundung dia?” Sydney duduk di samping Louis yang masih berada di hadapan laptop kerjanya bahkan ketika jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Louis menghela napas dan membuka kaca matanya, untuk menatap istrinya yang begitu cantik malam ini. Sepertinya, mau seberapa lama pun dia bersama Sydney, dia tidak akan bosan dengan istri cantiknya itu. “Aku sudah memastikan kalau dia akan aman, Sydney. Kamu tidak akan mendengar kalau anak kamu kembali bertengkar dengan temannya. Tidak akan terjadi apa-apa.” Louis sudah mewanti-wanti pihak sekolah dan asrama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD