“Apa?” Aleksander menatap Cathreen tidak percaya. Tidur di ruang musik yang ada di asrama putri?! Dia lebih baik bertemu dengan penjaga tadi, mengatakan apa yang sebenarnya terjadi—dibandingkan kabur begini dan harus tertidur di tempat yang akan membuat orang lain salah paham. Cathreen mengendikkan bahunya. “Terserah kamu. Mungkin kamu akan dibawa ke ruangan Mr. Glits kalau bertemu penjaga tadi. Kamu mau?” Cathreen melirik tangan mereka yang masih bertautan. Dia berdeham dan melepaskan tangan Aleksander. Aleksander menyadari gerakan canggung dari Cathreen dan ikut berdeham. Dia mengerjapkan matanya beberapa kali dan seketika bingung akan mengatakan apa. “Hm … memangnya seseram apa Mr. Glits?” “Sangat seram. Tipikal guru-guru galak yang tidak akan segan menghukum muridnya dengan kejam ka

