Louis sampai di rumahnya siang itu ketika mendapatkan kabar dari istrinya bahwa dia mendapatkan surat dari Meida MacMillan. Jantung Louis berdegup kencang selama perjalanan. Pikiran bahwa Meida MacMillan masih memiliki keberaniaan untuk mengusiknya dan bahkan mencelakai keluarganya membuat dia tidak bisa tenang. Louis segera melangkahkan kakinya dan mencari istrinya setelah sampai di rumahnya. “Sydney!” Nada suaranya ia naikkan satu oktaf untuk memanggil istrinya. Beberapa pelayan menunduk ketika berpapasan dengannya, sekaligus takut ketika melihat raut wajah dari tuan mereka. “Di mana istri saya?” tanya Louis ketika tidak melihat Sydney di lantai bawah. “Nyonya Sydney ada di balkon kamarnya, Sir.” Mendengar itu, Louis segera berlari menuju kamar istrinya. Tanpa mengetuk pintunya terle

