Cathreen duduk di pojok perpustakaan dengan surat di tangannya. Dia bisa merasakan jantungnya berdegup sangat kencang ketika akan membuka surat tersebut. Berkali-kali dia mengatakan pada dirinya sendiri bahwa ini mungkin hanya surat biasa yang tidak akan ada artinya bagi dirinya, namun beberapa kali juga dia sadar kalau dia sedang membohongi dirinya sendiri sekarang. Cathreen membuka amplop surat terlebih dahulu, kemudian membuka kertas yang ada di dalamnya. Air matanya luruh seketika ketika membaca kata demi kata yang ditorehkan di surat tersebut. Dear Cathreen Miller, Sampai kapan kamu akan bersembunyi di sana? Tante merindukan kamu, Tante ingin kamu kembali ke rumah seperti dulu. Kita akan memulai semuanya bersama, oke? Tante tahu mungkin kesalahan Tante tidak mudah untuk kamu maa

