Episode 13

512 Words
Dia akhirnya telah mengatakannya. Sudah beberapa hari ini dia menyusun kata untuk memberitahu apa yang terjadi sebenarnya dan akhirnya hari ini ia melakukannya. Arash harus tahu perasaannya yang sebenarnya. Dia hanya ingin menikah dengan Adrian tidak dengan yang lain. Mengingat Adrian, Yolanda tidak menerima kabar lagi dari pria itu. Dia benar-benar di pinggit di salah satu jaringan hotel Idris di Thamrin, dan tidak boleh keluar kemanapun sampai dia menikah nanti dan segala akses kominikasinya telah di putus. Kalau pun ada yang ingin menemui Yolanda dia harus datang ke rumah dan membuat janji serta memenuhi persyaratan yang telah di tentukan Daddynya. Karena hal itu teman-temannya tak ada yang datang bahkan Sikda sekalipun. Sedangkan urusan kantor, ia yakin bahwa Daddynya menyuruh orang kepercayaannya untuk memegangnya dalam beberapa waktu ini. "Sudahkah kau menyuruhnya bergabung kesini sayang?" Tanya Momanya ketika Yolanda duduk dimeja. "Ya Moma," jawab singkat dan dia melihat Daddynya sedang mengobrol serius dengna Mr.Wailmar. Terlihat sesekali mereka tertawa dengan lelucon yang saling mereka lontarkan. "...kau tahu Mr.Idris kau telah berkerja keras membangun bisnis ini. Termasuk hotel ini. Begitu mengeankan bagaimana kau membawa hotel ini sampai berbintang lima bahkan hotelmu ini bisa bersaing dengan hotel bertaraf internasional yang lain," klakarnya lebih jauh, "aku tahu Idris, kita sudah berteman lama. Aku tahu perjuanganmu membangun semua ini." Merekapun tertawa. Seorang pria berjalan kearah mereka. Idris langsung menyambut calon menantunya itu. "Terima kasih Mr.Idris." ucap Arash sopan. Yolanda hanya melirik sekilas pria itu. Jantungnya hampir berhenti ketika melihat pria itu tampil begitu menawan malam ini. Hanya dengan kemeja santai berwarna kelabu yang menonjolkan warna kulitnya yang liat mampu membuatnya tidak nyaman. Terlebih aura maskulinnya yang menyebar dan seketika menusuk d**a Yolanda. "Apa kau senang menyembunyikan bentuk tubuhmu dengan mengunakan baju yang berukuran besar?" kedatangan pria itu tidak disadari oleh Yolanda hingga terlihat dia begitu terkejut saat mendengar suara dari belakangnya. Seketika dia menoleh kebelakang dan seketika dia hampir menumpahkan minuman yang ia bawa. "Boleh aku bergabung denganmu?" Yolanda terdiam sesaat dan tidak menghiraukan perkataan Arash yang dia rasa tidak menyenangkan itu, meskipun dia mengakuinya dalam hati, bahwa alasannya berpakaian model shift malam ini memang karena keputus asaannya plus desakan Momanya yang tidak akan lagi membiarkannya mengenakan kostum kelelawar-kaftannya, jadi gaun shift (model gaun yang berombak dan bertingkat penuh rumbai-rumbai) menjadi alternative terakhirnya. "Untuk apa?" dia menanyakan. "Untuk berbicara." "Apa yang harus kita bicarakan? "Pernyataanmu tadi," Arash mengingatkan. "Apa itu cukup menganggumu?" "Kau mengajariku tentang nilai sopan santun tapi apa kau tidak menyadari perkataanmu terlalu kasar dan tidak sopan untuk seorang wanita Indonesia yang berpendidikan." "Maap." "Untuk apa kau mau menerima menikah denganku?" Tanya Arash, mereka saling berhadapan. "Aku tidak pernah menerima apapun," aku Yolanda. "Jadi..." "Aku tidak menginginkan pernikahan ini tapi Daddy dan bisnisnyalah yang menginginkannya," jelas Yolanda. "Kau memiliki kekasih?" "Ya.." "Karena itukah kau menolak pernikahan ini?" "Ya...," Yolanda menatap Arash penuh harap. "Bisakah kau meminta kepada orangtuamu untuk membatalkan pernikahan ini?" "Tidak," ucapnya tegas membuat Yolanda mendidih. "Tidak?" tekan Yolanda. "Keputusan Ayahku adalah keputusan mutlak." "Kau sudah dewasa dan memiliki keputusan sendiri untuk memilih menjalan kehidupan. Dan aku tidak ingin menikah denganmu!" "Apa kau pikir aku juga mau menikah dengan wanita sepertimu?" Arash menatap Yolanda, "Kupikir pernikahan ini tak membuatku merugi jadi aku tak menolaknya." Yolanda melotot mendengar cuapan pria itu. "Kau mau menikah dengan wanita yang tidak kau cintai?"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD