bc

Janda Milik CEO

book_age18+
3.2K
FOLLOW
18.1K
READ
HE
stepfather
sweet
like
intro-logo
Blurb

Elvina Laura Arzella bangkit setelah suaminya diambil pelakor. Dia harus banting tulang demi kedua anaknya. Karena ia tidak mau bergantung pada mantan suaminya. Laura pun memilih bekerja sebagai Desain Grafis di sebuah perusahaan. Ia pribadi yang ceria, humoris dan cerewet. Cita-citanya adalah menikah dengan artis korea.

Lee Jae Ho adalah CEO muda yang sukses. Pemilik perusahaan tempat Elvina Laura Arzella bekerja. Lee menutup hatinya dari wanita setelah ia kehilangan mendiang istrinya tiga tahun yang lalu. Istri Lee meninggal setelah mengalami kecelakaan tunggal. Lee selalu menyibukan dirinya dengan terus bekerja, ketika merasa kesepian.

Suatu hari CEO Lee memanggil Laura untuk ke ruangannya.

Untuk apa CEO memanggil Laura?

***

Baca Juga: Ternyata Istriku Miliarder, Sebatas Pengantin Pengganti

chap-preview
Free preview
Dipanggil CEO
Laura. Dia adalah janda dua anak yang memiliki tinggi 150 cm. Tahun ini usianya sudah menginjak 34 tahun. Badannya yang kecil dan wajahnya yang baby face membuat orang mengira ia masih usia kisaran 24 tahun bahkan lebih muda dari usia sebenarnya. Karena badannya yang tidak terlalu tinggi juga yang membuat ibu dua anak itu memilih selalu memakai wedges, di setiap kesempatan. Apalagi saat kerja. Kini Laura baru selesai makan di kantin kantor tempat ia bekerja, bersama dua temannya Laura duduk di kursi berbentuk persegi. Laura duduk berhadapan dengan dua temannya itu. Teman Laura itu adalah Vania dan Kimmy. Diantara ketiganya, hanya Laura yang memakai hijab. Kimmy dan Vania lebih tinggi sekitar sepuluh cm dari Laura, keduanya juga lebih muda 10 tahun dari Laura dan belum menikah. Ketiganya bekerja di bagian yang sama di perusahaan itu yakni bagian desain grafis. Suasana kantin kantor itu tidak terlalu ramai, karena sebagian karyawan memilih makan di restoran yang ada di sekitar perusahaan itu. "Lau, aku baru tahu loh kalau si Norma anak baru di bagian marketing adalah pelakor yang rebut suami kamu," ucap Vania sambil melihat ke arah Laura dengan serius. Mendengar pernyataan Vania, Laura terlihat cuek. Ia memilih meneguk jus jeruk miliknya. Laura merasa ia sudah kebal dengan mendengar nama wanita yang merebut suaminya itu. Dua tahun yang lalu Laura mengetahui suaminya berselingkuh. Dan suaminya tidak merasa bersalah sama sekali, malah dia memilih pergi dengan sang pelakor. Padahal jika dipikirkan, Laura sudah berusaha jadi istri baik, mengurus rumah tangga, mengurus kedua anak mereka, mengatur keuangan, dan selalu menjaga penampilan. Bahkan Laura tidak sedikitpun merasa iri pada teman-temannya yang bekerja, yang jalan-jalan dengan uang mereka. Laura merasa sangat dicurangi. Ia sudah cape, baginya mengurus rumah tangga itu melelahkan, pekerjaan tak ada habisnya. Namun selalu dipandang sebelah mata oleh keluarga maupun orang lain. Yang Laura kecewakan, Laura tidak diizinkan bekerja namun suaminya itu selingkuh dengan wanita yang bekerja. Laura pun menggugat cerai suaminya dan ia menganggap suaminya tidak ada. Sekarang Laura harus banting tulang untuk mencari nafkah dan biaya pendidikan dua anaknya, Zio dan Fiona. Ia tak pernah mendapat uang dari mantan suaminya, Brian. Dan Laura pun tak mau mengemis. Apalagi setelah tahu Brian sudah menikah dengan Norma yang kini bekerja satu kantor dengannya. "Lau!" Seru Vania. Laura yang sedari tadi mengingat kejadian dua tahun lalu itu pun melihat ke arah Vania. Laura memang lebih nyaman dipanggil nama saja oleh kedua temannya itu, katanya agar lebih akrab. "Kenapa?" Tanya Laura sambil mengangkat alisnya. Bertanya pada Vania yang badannya subur. "Kamu ga ada niat gitu cari papa baru buat anak-anakmu," tanya Vania. Laura pun tak pikir panjang langsung menjawab pertanyaan Vania. "Aku pengennya sama artis korea, gimana dong?" Tanya Laura sambil memanyunkan bibirnya. Meminta jawaban dari temannya itu. Mendengar jawaban Laura, Vania pun menepuk dahinya. Ia tak habis pikir dengan pikiran Laura. "Jangan mengada-ngada deh Lau! Jangan ketinggian. Mustahil kalangan kita punya pacar oppa oppa korea," ujar Vania. Kimmy pun yang memiliki badan tinggi semampai ikut menimpali, "iya deh Lau. Ngapain juga sih kamu pengen pasangan orang korea. Biar apa?" Tanya Kimmy menanyakan alasan Laura. Laura pun menjawab sambil menatap langit-langit. "Biar aku bahagia, "jawab Laura sambil nyengir ke arah dua temannya itu. Dalam bayangan Laura, jika ia punya pasangan orang korea maka ia akan bahagia, ia akan selalu dimanja dan pasangannya posesif seperti yang ada dalam drama korea yang sering ditonton. "Kalau kamu mau sama orang korea, ga usah jauh-jauh. Sama CEO kita aja Lau," ujar Kimmy. Ya, CEO perusahaan tempat mereka bekerja adalah orang korea. Ia sering dipanggil CEO Lee, tampan, tingginya 185 cm, rahangnya tegas, tidak banyak bicara, disiplin dan suka akan kebersihan. Perfeksionis. "Ga mau aku," jawab Laura cepat. "Lah kenapa?" Tanya Vania. Vania pun melanjutkan ucapannya, "kata orang CEO Lee itu tampan Lau!" "Aku dengan CEO kita itu menutup hatinya dari wanita. Aku takut dia Gay. Iuh!" Seru Laura. Setelah itu Laura pun kembali melihat langit-langit kantin itu sambil memejamkan matanya. "Aku kan maunya bisa manja-manjaan sama oppa, aku pegang dadanya yang bidang dan berotot. Aku Bisa duduk manja di pangkuannya," ucap Laura seakan membayangkan apa yang ia ucapkan. "Aku baru sekali melihat penampakan CEO Lee, dan ah sudahlah! Lupakan dia! Dia itu Perfeksionis, bicaranya aja diatur beda sekali denganku. Sepertinya dia bukan oppa yang aku idamanku, dia tak akan posesif, " Lanjut Laura. Laura yang sedari tadi menutup matanya mulai membuka mata karena ia tak mendengar suara Vania dan Kimmy. Dan Alangkah terkejutnya Laura saat melihat yang berada di depannya bukan lagi Vania dan juga Kimmy melainkan CEO Lee yang sedari tadi ia bayangkan. Dan di kantin restoran itu hanya ada Laura dan CEO Lee. Laura melihat ke arah kanan kirinya dan ke sekeliling kantin kantor itu dan benar-benar tidak ada orang selain dirinya dan juga CEO Lee. "Kamu tadi membayangkan saya? Kamu mengira saya penyuka sesama jenis?" Tanya Lee dengan tatapan mata tajam. Laura menundukan kepalanya. Ia sangat takut. Laura benar-benar tak menyangka jika CEO Lee mendengarkan perkataannya. "Ayo kita ke hotel, aku akan membuktikan padamu jika aku bukan Gay," ucap Lee sambil berdiri dari duduknya. Laura langsung melihat ke arah CEO Lee dan ia melotot. Lee menjentikan jarinya dan tak lama kemudian dua orang laki-laki yang berjas hitam masuk ke kantin itu dan menarik Laura. "TIDAK!" Teriak dengan kencang. "Laura!" Seru Vania dan Kimmy bersama. Laura langsung membuka matanya dan ia melihat ke sekeliling kantin, semuanya normal. "Kamu kenapa sih?" Tanya Vania. Laura pun mendekatkan kepalanya ke arah meja, Vania dan Kimmy melakukan hal yang sama dengan Laura. Lalu Laura berkata dengan pelan. "Tadi ada CEO Lee di sini loh, dia ngajak aku ke hotel. Katanya untuk membuktikan dia bukan Gay," ucap Laura pelan. Setelah itu ketiganya kembali duduk tegak. "Ngawur kamu Ra. Itu kamu melamun! Dari tadi kita di sini. Makanya kamu itu jangan berpikir negatif sama orang Ra!" Seru Vania. Kimmy pun menimpali, "betul itu!" Laura pun memanyunkan bibirnya. "Kalian juga sih kenapa bahas mantan, kan sudah aku bilang Mantan itu haram karena sudah jadi babi," ucap Laura keras dan itu langsung membuat Vania dan Kimmy tertawa. Laura menggelengkan kepalanya. Laura memang begitu, jika sudah ingat akan mantan suaminya maka pikirannya akan kesana kemari tak jelas. Kini Laura sudah menempati meja kerjanya. Ia sedang mengerjakan desain yang harus diselesaikan hari ini. Saat Laura menatap laptop dengan serius, manager Daniel menghampiri Laura. Laura langsung menghentikan aktivitasnya. "Laura, kamu dipanggil CEO Lee. Segeralah kesana," ucap Manager Daniel. "Hah? Manager ga bercanda kan?" Tanya Laura. Ia benar-benar kaget, baru kali ini ia dipanggil ke ruangan CEO. "Kapan saya bercanda denganmu?" Tanya Manager Daniel yang usianya sudah empat puluh tahunan. 'Benar juga,' batin Laura. "Cepatlah ke ruangan CEO!" Seru manager Daniel. Laura pun langsung berdiri. 'Aduh, kenapa aku dipanggil CEO,' batin Laura.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Tentang Cinta Kita

read
193.2K
bc

Siap, Mas Bos!

read
15.1K
bc

My Secret Little Wife

read
103.7K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
209.8K
bc

Single Man vs Single Mom

read
97.1K
bc

Iblis penjajah Wanita

read
4.0K
bc

Suami Cacatku Ternyata Sultan

read
15.9K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook