Aku mencintaimu dengan setulus jiwaku...
Hadirmu mengubah segalanya dalam hidupku...
Pesonamu meruntuhkan duniaku....
Semoga Tuhan selalu memberikan cinta di setiap nafas ini berhembus...
Cinta yang tiada akhir.....
Cinta yang tulus dari orang yang aku cintai....
***
“Mas, kita langsung ke rumahnya Mama?” tanya Serin pada suaminya yang fokus menyetir.
“Iya Sayang, kita langsung ke tempatnya mama saja. Kamu juga supaya bisa istirahat dulu, Momy nanti aku suruh nyusul saja ke rumah Mama bersama Papi.” Adrian mencium puncak kepala istrinya yang bersandar di bahunya. Hari ini benar-benar hari yang sangat membahagiakan untuk Adrian.
“Aku gak nyangka Mas, dikasih anugerah terindah secepat ini oleh Tuhan,” ucap Serin penuh haru.
“Mas juga gak nyangka sayang. Tuhan menitipkan malaikat kecil di rahim kamu untuk mendapatkan cinta dari kita berdua.” Adrian mengusap perut Serin yang masih rata dengan rasa sayang.
“Semoga ya Mas hadirnya malaikat kecil ini semakin menguatkan cinta kita ya Mas. Meskipun banyak cobaan dan rintangan dalam rumah tangga kita. Cinta kita tetap kuat Mas,” ucap Serin dengan tulus. Adrian menatap dalam mata istrinya dan mengecup bibir istrinya secara singkat.
“Amin, Sayang,” ucap Adrian penuh keyakinan.
“ Memilikimu adalah anugerah terindah Mas. Terima kasih udah memberi warna dalam hidupku. Menjadi suami yang terbaik untukku,” ucap Serin dalam hati.
“Mas aku pingin makan sop ikan salmon sekarang,”. ucap Serin merajuk. Adrian menyunggingkan senyumannya melihat tingkah istrinya yang tidak seperti biasanya.
“Ok kita mampir ke restoran dulu kalo gitu,” ucap Adrian dengan lembut.
“Gak mau Mas, pingin Mas sendiri yang masak sop ikan salmonnya.” Serin tahu kalau suaminya tidak bisa masak. Tapi entah kenapa dirinya pingin sekali suaminya yang membuatkannya sop ikan salmon.
“Sayang, Mas kan gak bisa masak.” Adrian memegang keningnya yang tiba-tiba merasa pusing karena keinginan istrinya yang lagi hamil.
“Ya udah kalo gak mau buatin. Aku gak mau makan,” ucap Serin cemberut dan memalingkan muka dari suaminya. Adrian yang melihat istrinya cuma bisa menggelengkan kepalanya. Mau tidak mau dia harus menuruti kemauan istrinya yang lagi hamil. Entah gimana dia nanti memasak sop ikan salmon. Memegang alat dapur saja tidak pernah dan sekarang dia disuruh masak oleh istrinya.
“Ya udah sayang, jangan marah. Nanti dibuatin sama Mas sop ikan salmonnya. Kalo kamu gak makan nanti kasihan anak kita yang ada di perut kamu,” ucap Adrian membujuk istrinya yang lagi mode ngambek.
Serin menatap suaminya. Ada perasaan tidak tega kalau melihat suaminya harus menuruti kemauan anehnya.
“Maafin Serin yah Mas. Maaf kalo Serin sering nyusahin Mas,” ucap Serin dengan menundukkan kepalanya. Dia benar-benar merasa menyesal. Serin menarik istrinya dalam pelukannya. Menghirup aroma khas istrinya yang menjadi candu buatnya.
“Mas akan ngelakuin apapun demi kamu sayang. Jangan meminta maaf karena sudah tanggung jawab Mas buat nurutin semua keinginan kamu,” ucap Adrian dengan lembut di telinga istrinya. Serin yang mendengar perkataan Adrian hatinya tiba-tiba menghangat. Tak berselang lama mobil Adrian masuk ke gerbang kediaman keluarga Wijaya dan menuju pelataran rumah. Mobil di parkir Adrian. Adrian membukakan pintu mobil untuk istrinya. Serin keluar dari mobil dengan tetap berpegangan tangan dengan suaminya. Berjalan berdampingan menuju dalam rumah. Adrian memencet bel dan tidak berselang lama Bi Wati membukakan pintu. Kemudian Serin dan Adrian masuk ke dalam menghampiri mamanya yang sedang memasak di dapur.
“ Mama...”
“Udah datang sayang...udah makan belum?” tanya mamanya pada Serin.
“Serin pingin sop ikan salmon, Ma. Tapi Mas Adrian yang harus buatin,” ucap Serin sambil berjalan menuju sofa di ruang keluarga. Ibu Celia menghampiri putri bungsunya dengan banyak pertanyaan dibenaknya. Adrian melihat wajah bertanya-tanya mertuanya cuma bisa menyunggingkan senyum.
“Sayang kamu hamil,” ucap Ibu Celia dengan menatap wajah putrinya. Serin menganggukkan kepalanya. Ibu Celia langsung memeluk putrinya memberikan selamat. Begitu bahagiaanya dia kalo putrinya hamil. Dia akan menjadi nenek untuk kedua kalinya.
“Selamat yah sayang. Mama benar-benar sangat bahagia mendengarnya,” ucap Ibu Celia dengan linangan air mata kebahagiaan di kelopak matanya.
“ Udah berapa bulan Sayang?” tanya Ibu Celia.
“Masih muda Mam, baru sebulan lebih seminggu,” ucap Serin sambil mengusap-usap perutnya yang masih rata. Adrian yang melihat ekspresi Serin begitu bersyukur.
“Ma ada stok ikan salmon di lemari pendingin?" tanya Adrian.
“Ada, Nak, nanti mama ambilin. Emang Adrian bisa masak?” tanya mama mertuanya. Adrian cuma terkekeh mendengar pertanyaan mama mertuanya.
“Adrian sama sekali tidak bisa masak, Mam. Istri Adrian pingin sop bikinan Adrian, Mam. Mau gimana lagi,” ucap Adrian dengan pasrah.
“Good Boy....nanti mama yang ngajarin Adrian bikin sop ikan salmon,” ucap mama mertuanya dengan seulas senyum di wajahnya. Adrian sangat bersyukur mempunyai mertua yang sangat pengertian.
“Ma, papa pulang,” ucap Antonio Wijaya masuk ke dalam rumah. Antonio Wijaya sangat bahagia saat melihat putrinya datang ke rumah. Antonio Wijaya menghampiri putrinya yang sedang duduk di sofa ruang keluarga.
“Hallo sayang,” sapa Antonio Wijaya pada putri bungsunya. Kemudian mencium kening putrinya dengan rasa sayang.
“Hai Pap,” ucap Serin sambil tetap memeluk papanya. Setelah melepaskan pelukannya Antonio Wijaya menemani putrinya sambil mengobrol.
“Mama mana Sayang? kok dari tadi gak kelihatan,” tanya Antonio Wijaya pada putrinya.
“Mama sama Adrian lagi bikin sop ikan salmon buat Serin, Pap.” Antonio Wijaya saat mendengar perkataan putrinya menerka-nerka kok tumben putrinya menyuruh suaminya masak pasti ada yang terjadi. Karena tidak biasanya hal itu terjadi.
“Gimana kabar perusahaan kamu sekarang sayang?” tanya Antonio Wijaya.
“Perkembangannya sangat pesat, Pap, bursa saham semakin naik dan Serin juga sekarang lagi membuka beberapa cabang restoran dan cafe di Korea dan Italia, Pap,” ucap Serin dengan perasaan bahagia.
“Papa bangga sama kamu sayang, tanpa campur tangan papa kamu bisa berdiri sendiri dan sampai sesukses ini,” ucap Antonio Wijaya dengan bangga terhadap putri bungsunya. Tanpa bantuannya anaknya bisa merintis usahanya sampai bisa membangun perusahaannya sendiri. Tak ada yang tahu kalo Serin adalah putri bungsu keluarga Wijaya. Antonio sempat mendapatkan informasi setelah mengetahui Serin adalah putri kandungnya dan tentang kehidupan putri bungsunya selama ini. Antonio Wijaya merasa geram dengan keluarga Albert yang pernah menyakiti putrinya dan sempat ingin mencelakainya.
“Jangan terlalu memuji Serin, Pap. Nanti Serin tidak bisa berkembang lagi. Serin ingin bisa jadi contoh untuk anak-anak Serin kelak Pap, jadi ibu yang baik dan bisa mengajari anak-anak Serin segalanya," ucap Serin penuh harap. Antonio Wijaya yang mendengar perkataan anaknya benar-benar sangat bersyukur memiliki dua putri yang sangat hebat, Arabelle dan Serin.
“Papa sangat bangga mempunyai putri seperti kalian berdua,” ucap Antonio Wijaya dengan penuh rasa bangga.
“Serin juga bangga punya kalian semua.” ucap Serin sambil memeluk erat papanya. Antonio mencium puncak kepala putrinya dengan penuh cinta dan sayang. Kebahagiaan yang tak ingin dia tukar dengan apapun. Bisa memeluk putrinya yang sempat hilang. Tuhan masih menyayanginya dengan memberikan dia kesempatan untuk bisa berkumpul lagi dengan putri kecilnya yang sekarang tumbuh menjadi wanita yang hebat dan sukses.
“Terima kasih Tuhan untuk kebahagiaan ini,” ucap Antonio Wijaya dalam hati.
****
Tuhan memberikan kebahagiaan tanpa perencanaan...
Ucapan syukur yang tak henti-henti terucap....
Kekayaan yang aku miliki tak sebanding dengan kebahagiaan yang aku dapat....
Memiliki putri-putri yang membanggakan.....
Dengan kelebihan masing-masing....
Tetaplah seperti ini...
Sampai aku menutup mata aku bisa merasakan kebahagiaan bersama keluarga ku...
Keluarga yang aku cintai dengan segenap hati ku...
Memiliki mereka semua adalah anugerah terindah untukku....
Tuhan terima kasih....
Trima kasih untuk Kebahagiaan ini...
{Antonio Wijaya}