Seventeen

1327 Words

Setelah selesai menghabiskan makan malam, Malvin dan Kezhia memutuskan untuk pulang karena hari sudah malam. Dengan gentle, Malvin menggandeng tangan Kezhia dan menuntunnya hingga menuju ke parkiran mobil. Dia membukakan pintu untuk Kezhia, lalu setelahnya ia sedikit memutar dan masuk ke bangku kemudi. Mobil tersebut pun melaju dengan pelan—meninggalkan restoran mewah itu. "Kau suka dengan acara makan malamnya, Kezhia?" tanya Malvin tanpa menoleh ke samping kirinya, karena ia harus fokus dengan jalan di depannya. Kezhia mengangguk. "Sangat suka, Pak." "Ck, sudah kukatakan jangan memanggilku dengan sebutan bapak saat kita berada di luar kantor, Kezhia," protes Malvin. "Sorry, Malvin." "It's okay." Malvin mengumbar senyuman manis nan seksi kearah Kezhia. Meskipun hanya sekilas, tapi Kez

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD