Sixteen

1545 Words

Sore ini, Dehan terlihat sudah menjalankan mobilnya menuju ke sebuah coffee shop diarah Selatan kota. Tetapi, dia tiba di sana sedikit terlambat karena Alika sudah mengundurkan diri. Itu sebabnya, Dehan harus menyiapkan segala sesuatunya sendiri. Selang beberapa menit, Dehan pun sudah memarkirkan mobil mewahnya di depan coffee shop tersebut. Saat memasukinya tempat tersebut pun, Dehan sudah disambut oleh Malvin dan tentunya Kezhia. Mereka duduk di sofa yang berada tepat di dekat pintu masuk tempat tersebut. Dehan memeluk Malvin dengan erat lalu mengangguk singkat sambil tersenyum kearah Kezhia. Mereka bertiga kembali duduk. Dehan duduk berhadapan dengan Malvin, sedangkan Kezhia duduk tepat di sebelah kanan Malvin. "Kenapa terlambat?" tanya Malvin membuka pembicaraan. "Ada problem sedik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD