Eighteen

1183 Words

Alika tampak termenung di meja makan. Sejak tadi, makanan itu tak disentuh olehnya. Kondisinya benar-benar terlihat berantakan dan tak ada gairah hidup. Ia merasa hidupnya kini telah hancur, terlebih ayahnya juga masih butuh pengobatan karena mengalami masalah di ginjalnya. Dulu saat masih bekerja di perusahaan Dehan, Harris tak pernah berhenti berobat. Namun, berbeda untuk sekarang. Tak berapa lama, Alya menepuk pelan pundak Alika. Lamunan itu pun lenyap dalam sekejap. Alika menoleh ke belakang dan berkata, "Ya, Bu." "Kau kapan kembali bekerja, Nak? Uang kita sudah menipis, sedangkan ayahmu masih harus melakukan pengobatan." Alya terduduk lemas di samping Alika. Ia benar-benar tak menyangka jika putri tercintanya itu sudah keluar dari perusahaan yang selama ini selalu membantu mereka, u

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD