Selepas mengantar keberangkatan orangtua Sanata yang akan kembali ke Bandung sampai di gerbang kediaman pemuda itu, Agnia segera melesat masuk ke dalam rumah. Tepatnya, ruang tamu. Di sana, Agnia lantas merebahkan tubuhnya yang terasa capek di atas sofa. Dia butuh waktu santai beberapa menit untuk beristirahat sebelum pulang. Tak memerlukan ritual khusus bagi Agnia agar dapat segera memejamkan mata dan mengikuti rasa kantuk yang siap menggiringnya pada tidur damai nan nyenyak. Agnia pun sampai tak peduli jika kini dia sedang tidak berada di kasurnya sendiri. Namun, untuk Agnia hal tersebut bukanlah sesuatu yang patut dirumitkan. Bahkan, dia lupa sedang tidak berada di kasurnya sendiri. Namun, hal tersebut bukanlah masalah yang terlalu rumit untuk Agnia. Dia dapat tidur dimana dan kapan sa

