"Gue turun, ya?" ucap Dara, seraya melepas seatbelt dari badannya. Rafka mengangguk, lalu menarik kepala Dara dan mencium keningnya lama. Perempuan itu mendorong d**a Rafka ketika Rafka tak kunjung melepaskan kepalanya. "Ih, gue mau turun ini." "Bentar, masih kangen. Belum ndusel-ndusel," Rafka merengkuh badan Dara dan memeluknya dengan gemas, membuat Dara risih namun ia juga ikut tertawa. Dara kemudian mendorong pintu mobil dan menutupnya. Ia menundukkan kepala untuk melambaikan tangan pada Rafka. "Dah, lo ati-ati ya. Jangan ngebut!" Rafka mengangguk, ia sempat menatap Dara lama sebelum akhirnya menaikkan kaca mobil dan melajukan mobilnya menjauh dari blok rumah Dara. Perempuan itu kemudian berbalik dan masuk untuk membuka pintu gerbang yang entah mengapa tidak terkunci, padahal biasa

