Alegria menatap Alarick lekat ketika iblis itu baru saja datang ke kamarnya dengan keadaan yang basah kuyup. Yah, diluar sedang hujan dengan derasnya. “Ah, sialan. Sayapku basah!” omelnya yang kemudian menghilangkan sayapnya. Alegria menatapnya tanda kedip. Alaric menatapnya. Ia menyingkir rambut panjang ke belakang lalu bersedekap d**a. Alarick tersenyum. “Ada apa istriku?” tanyanya menggoda. Alegria tertawa kecil. Ia lalu mengambil selimut tak jauh darinya dan berjalan mendekati Alarick. Alegria langsung memakaikan selimut itu ke Alarick dengan wajah yang bersemu. “Aku tidak tau kalau iblis juga bisa kehujanan.” katanya sembari mengeringkan rambut Alarick. Wajah Alaric memerah. Ia tersenyum. “Hentikan.” suruh Alaric dengan menyentuh tangan Alegria. “Aku bisa sendiri.” lanjutn

