First Fight

1477 Words
‘Inikah kekuatan Nara Raas yang sebenarnya?’ Haris menatap Raas dengan mata yang menyipit. Tubuh Raas mulai limbung, dan hampir terjatuh kembali keatas lantai. Namun dengan sigapnya kedua Prajurit yang ada di dalam ruangan itu berlari untuk menangkap tubuh sang Raja yang telah terluka. “Kakak!” Ea segera berlari menghampiri Raas yang berada di tangan para Prajurit, para Pemimpin Kerajaan pun ikut menghampiri Raas. Sementara Ratu Clara menghampiri Adam yang masih terluka, dan membantunya agar kembali berdiri untuk duduk ditempat duduk. “Terima kasih.” Adam mengucapkan rasa terima kasihnya dengan nafas yang sedikit tersengal. Ratu Clara mengangguk dengan senyuman yang terukir diwajahnya, kemudian ia tetap berdiri di samping Adam untuk menemaninya.   “Cepat! Bawa Baginda ke tabib!” Aruba memerintahkan kedua Prajurit itu dengan sangat panik, keduanya pun mengangguk dan mengangkat tubuh Raas. Saat kedua Prajurit itu hendak membawa Raas ke ruang tabib, Sang Raja menolak dan berkata, “Tidak perlu!” Kemudian ia dengan berani mencabut pedang yang masih menancap di perutnya tersebut, dengan sekali tarikan yang membuat seluruh Pemimpin disana menyipit kengerian melihatnya. Selama ia menarik pedang itu, selama itu pula ia terlihat sangat kesulitan. Menahan rasa sakit juga mengatur nafasnya dengan benar, Clang! Raas menjatuhkan pedang tersebut, dan menghela nafas panjang setelahnya. Tubuhnya terlihat benar-benar lemas dengan darah yang mengucur lebih banyak dari sebelumnya. “T-tapi Paduka, darah anda keluar dengan sangat banyak!” Rwanda yang melihat keadaan Raas seperti itu, berkata dengan sangat khawatir padanya. Seluruh Raja yang mengelilinginya mengangguk setuju dengan Ratu Rwanda. “Tapi aku baik-baik saja!” Raas menatap pada Ea yang duduk disampingnya dengan khawatir, melihat banyaknyya darah yang keluar dari dalam tubuh sang Kakak. Para Raja dan Ratu hanya terdiam mendengarnya, mereka tidak bisa untuk memerintah sang Pemimpin jika ia telah menolak saran tersebut untuk kedua kalinya. Disaat Raja dan Ratu merasa khawatir pada Raas, disaat itu Raja Find justru terfokus pada tatapan Raas yang tertuju pada Ea, dan percaya akan adanya sesuatu diantara mereka. Find segera menghampiri Raja Adam yang masih setia duduk kesakitan ditempatnya, “Adam…” panggilnya, kemudian ia membisikkan sesuatu kepada Adam. Setelah mendengar perkataan dari Find yang di bisikan kedalam telinganya, Adam segera menatap Find dengan tatapan tidak percaya. Namun, Find mencoba untuk meyakinkan Adam dengan menganggukan kepalanya sebanyak mungkin. “Biarkan aku yang mengurusnya!” Dari jarak yang cukup jauh, terdengar suara Yang Mulia Ziona yang menggema sampai ke telinga mereka semua. Ia datang dengan langkah yang tergesa-gesa menghampiri para pemimpin itu. “Prajurit, bawa Raja ke dalam kamarnya!” Para Prajurit tersebut mengangguk mendengar perintah dari sang Ratu tertinggi, dan mereka mengangkat Raas menuju kamarnya. Sementara itu, para Petinggi Kerajaan bergegas pulang karena Yang Mulia Ziona berkata pada mereka, agar mereka segera kembali ke Kerajaan mereka masing-masing. Akhirnya para Petinggi tersebut menyetujuinya dan pulang satu persatu terkecuali Adam dan Find yang masih terdiam di dalam ruangan itu.   “Permisi Pangeran Ea... Kami ingin berbincang dengan anda, bisakah anda…?” Adam yang masih berdiri dengan tertatih itu, nekat menghalangi jalan Ea dan sedikit membungkukan badannya pada Ea yang akan meninggalkan ruangan tersebut. Untuk beberapa saat, Ea menatap Adam dan Find dengan heran. “Tentu, dimana kalian ingin berbincang dengan saya?” Ea menyetujui dan kembali bertanya pada kedua Raja itu. Keduanya saling menatap untuk beberapa saat, sampai kemudian Adam kembali menatap pada sang Pangeran. “Disini saja.” Adam menjawab pertanyaan tersebut, dan terlihat bahwa Find menganggukan kepalanya karena setuju. “K-kami ingin menanyakan sesuatu Pangeran...” Find berbicara dengan sedikit terbata pada sang Pangeran, meskipun umur mereka sama dan status mereka berbeda dan Find lah yang lebih tinggi. Namun, itu tidak membuang kenyataan bahwa Find hanyalah Raja bawahan dari kakak sang Pangeran. “Baik, silahkan saja.” Ea mengangguk mengiyakan dan menatap pada keduanya yang ikut mengangguk. Ia menunggu apa yang ingin di tanyakan oleh kedua Raja itu padanya. “Apakah...” Uhuk... Adam menghentikan pertanyaan yang akan ia layangkan ketika melihat Ea terbatuk-batuk dengan menutup mulutnya, dan terlihat mengeluarkan darah dari sela-sela jari tangannya. Find yang melihat hal tersebut menjadi sedikit panik, dan segera merogoh saku jubah yang di gunakannya. “Pangeran, apakah anda sakit?” Find memastikan, Ea hanya terdiam tidak menghiraukan pertanyaan tersebut. Raja muda itu berhasil menemukan apa yang ia cari dan menyodorkannya pada Ea, “Silahkan Pangeran.” Ucap Find, Ea menatap pada sapu tangan yang di berikan Find padanya tersebut. Ea tersenyum dan mengambilnya kemudian membersihkan darahnya dengan sapu tangan itu, “Jangan beritahu Kakak!” Ucap Ea pada Adam dan Find, ia meminta agar keduanya merahasiakan hal ini dari sang kakak. Tentu saja hal itu membuat kedua Raja tersebut kebingungan. “Jadi maksud Pangeran, anda tidak ingin kami memberitahu Baginda perihal keadaan anda saat ini?” Adam menatap pada Ea dengan sangat serius. Namun, yang ditatap hanya memejamkan mata seraya mengangguk membenarkan.   “Raas, tidak seharusnya kau memperlihatkan kekuatanmu pada seluruh Raja dan Ratu itu!” Ziona menegur Raas yang telah dengan beraninya membacakan mantra penghukum dari Clairchanter, meski begitu… Tangan halusnya tersebut tetap ia gunakan untuk meracik beberapa ramuan guna menyembuhkan luka anak lelaki pertamanya itu. Raas tidak terlalu memperdulikan teguran dari sang Ibu, dan menyahuti perkataan tersebut. “Biarkan saja Bunda, aku melakukan itu agar mereka berpikir dua kali jika ingin membunuhku!” Sahut Raas yang terbaring menahan sakit akibat beberapa ramuan yang sudah di racik sehingga menyerupai serbuk, yang di masukkan kedalam lukanya oleh Ziona saat ini. Ziona menatap sayu pada anaknya tersebut, kemudian ia berkata dengan nada bicara yang terdengar amat sedih di telinga Raja tersebut. “Aku hanya khawatir mereka akan menyadari bahwa kelemahanmu adalah kami.” Ziona mengutarakan kegelisahannya, sementara Raas hanya menggeleng pelan mendengar curahan hati Sang Bunda. Ia menggenggam kedua tangan halus itu dan menaruhnya di atas dadanya. “Tenanglah Bunda, aku berjanji akan menjagamu dan Ea sampai aku mati. Aku tidak akan kalah dari mereka semua!” Raas mencoba menenangkan hati Sang Bunda dan meyakinkannya. Tetapi Ziona hanya tersenyum kecut mendengar janji yang dilontarkan anaknya tersebut. Di dalam hatinya, ia seakan ingin memberitahu pada Raas bahwa ada hal lain yang juga membuatnya gelisah. ‘Ea sakit Raas, dia sakit...’   “Baginda berhak tahu, Pangeran!” Find yang tidak setuju dengan keputusan sang Pangeran segera menegurnya, karena menurutnya hal itu akan menjadi permasalah yang besar jika mereka menyembunyikannya dari sang Raja. “Tapi saya tidak ingin pikiran kakak terbebani oleh masalah kesehatan yang menimpa saya saat ini.” Ea menjelaskan alasan mengapa ia menyembunyikan semua ini pada Adam dan Find yang hanya terdiam mendengar alasan tersebut. Ea menatap pada kedua Raja itu dengan tatapan memohon, sedangkan yang ditatap hanya membalasnya dengan tatapan terkejut karena melihat sosok Raja yang sedang mereka bicarakan, yang saat ini berdiri tepat dibelakang Pangeran Ea. “Aku tidak pernah sekalipun merasa terbebani oleh dirimu, Ea!” Tubuh Ea seketika mematung ketika ia mendengar suara yang jelas sangat ia kenali itu, Ea merasa sesuatu telah menepuk pundaknya dengan lembut. Ia juga mengetahui bahwa tangan itu milik kakaknya. Namun, Ea hanya terdiam bersama dengan Adam dan Find yang ikut terdiam di hadapannya. Ia tidak memiliki niat untuk sekedar menengok wajah sang Kakak. “Jadi ternyata kau sakit? Tapi kau terus menyembunyikan itu dariku? Pantas saja tadi, aku sempat memuntahkan cairan merah itu, dan ternyata itu pertanda bahwa dirimu sakit...” Raas melayangkan beberapa pertanyaan pada Ea, yang telah di jawab oleh dirinya sendiri. “Baginda... Bukankah anda tengah diobati oleh Ibunda Ratu?” Find yang merasakan sebuah kejanggalan saat ini, bertanya demikian pada Raas, dan kedua Raja yang ada di hadapan Ea itu dapat melihat senyuman tipis yang terukir di wajah sang Raja. Adam mulai mencurigai sesuatu, menurutnya ada yang aneh dengan senyuman yang dibetikan Raas itu. ‘Kemana perginya luka tadi? Dan seharusnya ada noda darah ataupun robekan pedang pada bajunya jika benar ini adalah baju yang sama!’ itulah yang saat ini Adam pikirkan ketika ia memerhatikan Raas dari atas hingga bawah. Kemudian tidak lama dari sana, ia tersadar akan sesuatu hal. “Kau bukan Baginda!” Adam segera mengeluarkan pedang miliknya dan menarik Ea dari tempatnya untuk segera berdiri di sampingnya. Find pun segera mengeluarkan pedang miliknya ketika ia merasa bahwa apa yang di duga oleh Adam ada benarnya. Sementara Ea terdiam ketika melihat sosok Raas tadi berubah menjadi sosok lelaki asing berjubah hitam dan memakai topeng untuk menutupi wajahnya. Sihir ringan yang dapat di gunakan oleh beberapa orang itu memang memiliki banyak kekurangan sehingga mudah di ketahui. “Mengapa anda mengganggu saya?” Ea memandang sosok tersebut dengan tajam, ia merasa bahwa hal itu sangat mengganggunya ketika seseorang dengan berani berpura-pura sebagai Raas dan mendekat padanya. Sosok tersebut terkekeh lumayan keras dan kembali menatap pada Ea dari balik topengnya. “Karena... Kau adalah salah satu kelemahan dari Nara Raas, Pangeran Nara Ea!” ucapan itu yang sosok tersebut katakana pada mereka. Adam dan Find yang mendengar pernyataan tersebut tanpa menunggu lama segera mengibaskan pedang yang mereka genggam kea rah leher dari sosok itu. Trang! Namun dengan mudahnya sosok itu menangkis kibasan kedua pedang tadi dengan satu pedang miliknya, Kedua Raja dan Pangeran itu terkejut menyadari kehebatan pedang yang dimiliki sosok di hadapan mereka ini. Ea segera berlari untuk mengambil pedang yang terpajang di dinding ruang pertemuan tersebut, dan menodongkannya tepat di leher sosok yang kini sedang menahan dua pedang milik Adam dan Find.  To be continued
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD