Clairchanter?

1465 Words
“Pangeran, sebaiknya anda pergi! Biarkan kami yang melawannya!” Adam berucap memberikan sebuah perintah pada Ea ketika melihat sang pangeran yang justru mengambil pedang dan ikut menawan sosok di hadapan mereka. “Tidak, Adam! Dia mengetahui bahwa Kakak memutahkan darah di ruangan ini sebelumnya, berarti dia adalah salah satu dari kalian yang berada di dalam ruang perundingan tadi!” Ea menolak perintah yang Adam berikan dan memberitahukan pada mereka apa yang ada dalam pikirannya. Ea adalah seorang Pangeran yang pintar yang mampu menyimpulkan sesuatu dengan cepat, bahkan sebelum Adam dan Find menyadari hal tersebut. Merasa situasi yang ia alami mulai mendesaknya, sosok tadi abur dan menghilangkan dirinya sendiri dengan beberapa trik sihir ringan, yang pernah di perlihatkan pada Adam oleh sang mendang. Sesaat setelah kepergian sosok itu, Ea menurunkan pedangnya dan menatap pada Adam juga Find dengan tatapan curiga. “Jadi... Apakah kalian bersekutu dengan sosok tadi untuk menjebak saya?” Adam dan Find terkejut ketika mereka mendengar tuduhan Ea tersebut. Mereka menatap pada Ea yang masih menatapi mereka dengan tajam dan penuh selidik.   “Tunggu Pangeran, kami tidak mungkin berkhianat!” Adam dengan begitu tegasnya membantah apa yang Ea tuduhkan pada mereka berdua, karena mereka pun tidak mengetahui bahwa akan ada seseorang yang menyamar sebagai Raas dan mengganggu perbincangan mereka dengan Pangeran Ea. Find yang berdiri di samping Adam, menganggukan kepalanya dengan cepat juga. Kedua Raja itu terkejut ketika tiba-tiba melihat sang Pangeran tertawa keras di hadapan mereka. “Haha... Saya hanya bercanda, tenanglah Adam.” Ea mengucapkannya seraya tertawa dengan lepas. Namun di sisi yang bersebrangan darinya,  Find terlihat tidak menyukai lelucon tersebut. Menurut Find hal itu tidak lucu sama sekali, ia hampir saja merasakan jantungnya berhenti karena terkejut mendengar tuduhan tersebut. Sementara Adam hanya tersenyum canggung menimpali tawa Ea. Ea menghentikan tawanya itu dan melipat kedua tangannya kedepan, seraya bertanya “Jadi, apa yang ingin kalian tanyakan pada saya?” Ea teringat akan tujuan awal mereka disini, semua itu karena Adam dan Find ingin membahas sesuatu dengannya. Kedua Raja itu saling melirik, Find terlihat menyuruh pada Adam agar lelaki itu yang mengatakan sesuatu terlebih dahulu. Ea juga dapat melihat Adam mengembuskan nafasnya sedikit panjang meski tidak terlihat seperti sebuah helaan nafas jengah, namun Ea menganggap bahwa saat ini lelaki tersebut sedikit jengah dengan sikap Find. “Pangeran, anda sakit?” Adam kembali memastikan keadaan Ea, dan mengesampingkan apa yang seharusnya ia bahas saat ini. Pertanyaan yang keluar itu membuat Ea mengerenyitkan dahinya mendengar, karena ia yakin bukan itu yang ingin Adam tanyakan padanya. Ea menurunkan kedua tangannya dan menatap pada Adam dengan serius. “Sudahlah jangan bahas masalah itu, kalian bisa jaga rahasia ini kan? Nah sekarang apa yang ingin kalian berdua tanyakan?” Ea kembali memberikan keduanya kesempatan saat ia melihat mereka mengangguk untuk pertanyaan pertama, ia mencoba untuk menawar pada keduanya agar mereka tidak mengatakan rahasia ini. Seakan di ingatkan kepada apa tujuan mereka berbincang bersama Ea, Find membuka suaranya dan membenarkan hal itu. “Ah benar! Pangeran, sebenarnya kami ingin menanyakan... Sesuatu.” Find terdiam dan menggaruk tengkuk belakang yang sebenarnya tidak gatal, Adam yang melihat tingkah temannya itu hanya menghela nafasnya. “Apa?” Ea mulai penasaran dengan apa yang ingin ditanyakan keduanya pada dirinya. Find kembali membuka mulutnya, bertanya tentang hal yang ingin ia tanyakan. “Apakah anda dengan Baginda, em...” Find kembali terdiam dan tidak melanjutkan hal yang ingin di tanyakannnya. Ea mengangkat sebelah alisnya kebingungan dengan Raja tersebut. ‘Ada apa dengan ku dan kakak?’ pikir Ea saat mendengar sepenggal pertanyaan tersebut, dan lagi-lagi Raja Adam hanya menghela nafasnya membuat rasa penasaran yang Ea rasakan semakin tinggi. “Ya? Saya dengan Kakak kenapa?” Ea mendesak pada keduanya, ia terlanjur penasaran dengan pertanyaan yang akan kedua Raja ini tanyakan padanya. “Hh... Memiliki rasa seperti Brother complex?” Adam berucap dengan cepat, ia bertaruh jika Find tidak akan bisa melanjutkan perkataannya melihat tingkahnya yang seperti itu. Ea yang mendengarnya terjekut dan hendak tertawa, namun ia masih dapat menahannya dengan sebuah senyuman di wajah tampannya. Find melirik pada Adam dengan tatapan seperti mengatakan ‘Mengapa kau yang bertanya padanya?!’ Namun Raja Adam hanya terdiam tidak pedul dan menatap Ea yang tersenyum dengan tatapan heran. Ea memajukan dirinya ke hadapan kedua Raja itu, dan berbisik. “Berjanjilah untuk tidak memberitahukan ini pada siapapun!” Adam dan Find mengangguk menyetujui syarat tersebut, Ea tersenyum dan menegakkan tubuhnya kembali. “Kami berjanji Pangeran.” Find kembali berucap dan ikut berbisik pada sang Pangeran, Ea semakin mendekatkan diri pada keduanya kemudian mengatakan suatu hal dengan sangat pelan. Wajah Adam berubah memucat mendengarnya, berbeda dengan warna wajah Find terlihat memerah padam. “Jadi... Itulah yang sebenarnya terjadi.” Ea menjauhkan dirinya dari dua Raja muda itu, dan meninggalkan keduanya yang terlihat shock tersebut tanpa berucap apapun lagi.   Ea tertawa tanpa suara saat meninggalkan Adam dan Find dalam ruangan perundingan, ‘Ah, mereka ini ada-ada saja. Gampang sekali aku bohongi.’ Pikirnya merasa puas dengan apa yang ia lakukan. Namun Langkahnya terhenti saat melihat sosok yang ia kenal sedang menghampirinya, ada perasaan takut jika saja orang itu bukanlah sosok yang ia lihat saat ini. Tetapi ia mengetahui yang mana Raas sebenarnya, maka ia tidak ragu untuk bertanya. “Sudah baikkan kah?” Tanyanya pada Raas yang terlihat berjalan pelan dengan sedikit pincang, Raas menganggukkan kepalanya kemudian memeluk sang Adik. Adam dan Find yang sebelumnya hendak pulang pun terdiam menyaksikan kejadian tersebut, keduanya segera bersembunyi dibalik tihang penyangga Istana tersebut. Entah apa yang membuat keduanya reflex bersembunyi dari Raas dan Ea. “Jangan membuatku khawatir Ea!” Adam dan Find saling melirik karena dapat mendengar dengan jelas percakapan antara Raas dan Ea tersebut. Seharusnya mereka berdua tidak melakukan ini, tetapi entah mengapa mereka seakan tidak ingin pergi dan mengganggu keduanya yang tengah berbincang saat ini. “Tenanglah, kak… Saya bukan anak kecil lagi. Umur kita hanya berbeda satu tahun.” Ea mengingatkan pada Raas tentang perbedaan umur keduanya, dan meminta agar sang kakak tidak terlalu berlebihan mengkhawatirkannya. Adam dan Find mulai merasa tidak enak karena telah mendengarkan percakapan pribadi dari Raja mereka sendiri. Adam mengajak Find untuk pergi dari tempat tersebut, dan tidak memikirkan apapun yang di katakana oleh Raas. “Aku tidak akan bisa tenang, Ea! Bagaimana aku bisa tenang sedangkan mereka sudah mulai mencarimu!” Raas menjelaskan keadaan yang sedang terjadi saat ini, yang juga menyebabkan dirinya sangat khawatir pada sang adik. Adam yang tadinya hendak melangkah pergi itu pun, kembali terdiam mendengar pernyataan Raas. ‘Siapa yang mulai mencari Pangeran?’ pikirnya yang penasaran, sementara Find hanya terdiam mendengarkan dengan serius dan tidak ada niat darinya untuk meninggalkan tempat tersebut, sebab ia ingin mengetahui apa yang sang Raja bahas dengan sang Pangeran. “Kakak, bukan kah dari dulu mereka memang mencari seorang Clairchanter dan Clairchantress?” Ea kembali berucapa memperjelas apa yang terjadi, sehingga membuat Adam dan Find terkejut mendengar istilah keturunan hebat itu. ‘Benarkah itu?! apakah Pangeran adalah seorang Clairchanter?!’ itu pertanyaan yang ada dalam pikiran Adam saat ini, ia melihat Raas hanya menggelengkan kepalanya dan menunduk. “Cukup!” Raas membentak dengan kencang, membuat Adam dan Find ikut terkejut sama seperti Ea. “Jangan pernah berpikir bahwa kau seorang Clairchanter Ea!” Raas melanjutkan teguran itu dengan nada bicara yang tinggi, seakan terlihat sekali kemarahan dari Raja tersebut pada sang adik. “Saya...” Ucapan Ea tiba-tiba terhenti dan hening di beberapa saat setelahnya, Adam dan Find saling beratapan menunggu apa yang akan terdengar oleh mereka. Namun tidak ada suara apapun lagi, sehingga keduanya mengangguk lalu memutuskan untuk mengintip dari balik tihang tersebut. Saat keduanya mengintip, mereka tidak mendapati siapapun disana. Raja Adam yang heran dengan menghilangnya Raas dan Ea, melangkahkan kakinya keluar dari tempat dimana ia bersembunyi. Sementara Raja Find hanya diam ditempatnya menatap Adam yang berani itu.   “Sedang apa kalian disini? Apa kalian memata-matai ku?” Sebuah suara yang terdengar jelas di telinga keduanya menggema, mereka sangat mengenali bahwa suara itu milik Raas. Suara yang berasal dari dari belakang Adam tersebut cukup membuat Adam terkejut bukan main. Adam berbalik untuk menatap sang pemilik suara, “B-baginda, bukan maksud kami seperti itu!” Adam menatap Raas yang kini berada dihadapannya. Adam terdiam dan menelan ludahnya ketika mendengar pertanyaan yang Raas ucapkan selanjutnya. “Lalu?” Adam bungkam ketika menatap Raas yang mengangkat satu alisnya dengan wajah dingin yang ia tampakkan padanya. “K-kami...” Raja Find yang masih berdiri di balik tihang itu hendak membela Adam. Namun kata-katanya seakan sulit untuk dikeluarkan dari mulut, sehingga ia hanya terdiam berusaha mengatakan sesuatu. Raas tersenyum menatap keduanya yang terlihat ketakutan dan gugup pada waktu yang bersamaan di hadapan dirinya. “Aku maafkan tindakkan kalian kali ini. Tapi... Lain kali jika hal ini terulang kembali, kalian akan langsung merasakan pedangku memenggal leher kalian!” Raas pergi meninggalkan kedua Raja itu setelah memberi ancaman tersebut. Find mengusap-usap lehernya dan berjalan pelan mendekati Adam, “Adam, saya tidak ingin mati...” Ia berbisik takut pada Raja di hadapannya tersebut. “Saya juga, Find… Saya juga belum siap untuk itu.” Adam berkata dengan tangan yang sedikit bergetar karena takut. Ea yang melihati kedua Raja itu dari kejauhan hanya tertawa tanpa bersuara. Meksipun kedua Raja itu terlihat sangat gagah, namun pada kenyataannya mereka tetap takut pada kakaknya.  To be continued
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD