Bab 12. Demam

1228 Words

Pagi itu udara terasa lembab. Embun masih menggantung di ujung daun pisang di halaman belakang, dan kabut tipis menyelimuti pematang sawah di kejauhan. Namun, suasana damai pagi itu tidak bertahan lama. Suara bentakan Rara dari dapur langsung memecah kesunyian. "Masih saja basah! Sudah dijemur dari semalam, kok tidak kering-kering juga? Padahal baju ini mau aku pakai kerja hari." Winona yang baru keluar dari kamar menatap jemuran di belakang rumah. Matahari memang belum tinggi, dan udara yang lembap membuat pakaian sulit kering. Ia menatap baju-baju yang masih menggantung di tali bambu dan mencoba menjelaskan dengan nada sabar. "Rara, semalam 'kan hujan lagi. Udara juga lembap, jadi bajunya belum sempat kering." "Alasan lagi," potong Rara dengan nada tinggi. "Kamu tuh selalu punya s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD