Aku deg-degan.
Asli.
Ini first time aku masuk ke dalam kamar Pak Prima apalagi statusku saat ini sudah berubah yang awalnya hanya mahasiswa kemudian berganti menjadi calon adik tiri dan sekarang berganti lagi menjadi istri.
Aku excited banget mau menceritakan ini. Jadi tadi siang acara pernikahan aku dan Pak Prima digelar. Setelah melewati lika-liku penuh air mata dan kesabaran akhirnya kami sampai pada titik ini.
Hari ini membahagiakan banget. Seharian aku full senyum. Senyumnya lebar lagi, saking lebar dan lama aku tersenyum sampai-sampai bibirku pegal.
Dramatisir banget ya.
Ya pokoknya aku senang bangetlah.
Namun, jika dibicarakan lebih jauh. Kebahagiaan yang aku rasakan hari ini rasanya ada yang kurang karena bukan Ayah yang menjadi wali nikahku. Ayah dan Bunda enggak ada di sini. Enggak ada satu pun orang tuaku yang duduk menemaniku di pelaminan.
Sedih banget tahu rasanya.
Kayanya kebahagiaanku hari ini akan jauh lebih sempurna jika kedua orang tuaku masih ada.
"Katanya hari ini bahagia banget, tapi kok malah nangis?" suara Pak Prima yang tiba-tiba terdengar.
Aku mengerjapkan mataku kemudian kembali fokus. Aku baru sadar bahwa tujuan awalku ingin masuk ke dalam kamar Pak Prima, tapi aku hanya bengong saja di depan pintu.
Aku mencoba tersenyum kecil. "Bahagia kok, cuma ingat Ayah aja. Ingat Bunda. Andai mereka masih hidup."
Tangan Pak Prima bergerak menggenggam tanganku kemudian ibu jarinya mengelus punggung tanganku. "Tenang aja, Bee. Ada saya."
Seketika perasaanku yang tadi sedih sepersekian detik langsung berubah menjadi berbunga-bunga.
Semenjak acara ijab kabul selesai, Pak Prima langsung mengganti panggilan kepadaku menjadi Bee. Kata Pak Prima tadi, kata Bee di sini bukan berarti lebah, tapi sebuah panggilan yang berarti sayang.
Sebenarnya sih agak lebai ya, tapi lucu aja gitu. Lagian dia pakai segala inisiatif banget langsung mengubah panggilannya untukku, aku aja masih manggil dia 'Pak'.
Aku mengangguk kecil lantas Pak Prima mengecup puncak kepalaku. Setelah itu tangannya bergerak untuk membuka pintu kamarnya. Omong-omong ini kamar Pak Prima yang berada di rumahnya, bukan di rumahku. Jadi aku benar-benar belum pernah melihat isi dalamnya. Saat pintu terbuka aku langsung melongo.
Wow. Ini wow banget.
Aku enggak pernah melihat kamar serapi ini. Dindingnya berwarna putih bersih, aku amati lebih lekat, tidak ada satu pun noda di dinding itu. Semua furniture yang di kamar ini berwarna hitam. Di ujung sana terdapat sebuah lemari yang di dalamnya terdapat buku-buku yang tersusun dengan rapi.
Ini kamar pria paling rapi yang pernah aku lihat.
Aku berjalan lebih dalam dengan iseng tanganku mencolek bagian sisi jendela dan tidak menemukan debu di sana. Aku colek bagian celah jendela dan masih tidak menemukan debu. Aku menunduk dan melihat lantainya, bersih sekali saking bersihnya aku bisa mengaca di sana.
Mau heran, tapi tiba-tiba teringat bahwa pria ini memang super detail. Wajar sih kayanya kalau dalam segi kebersihan pun dia sedetail ini.
"Kebersihan dan kerapihan penting bagi saya," ucapnya kemudian disusul dengan suara langkah kaki yang bergesekan dengan lantai.
Aku sudah tahu Pak Prima menyukai kebersihan dan kerapihan. Dulu aja saat di rumahku Pak Prima mau tuh bersih-bersih dan merapikan barang-barang yang berantakan. Dulu aku pikir tindakannya adalah sebuah cara untuk carmuk sama Ayah, tapi nyatanya enggak, dia memang rajin rapi-rapi dan bersih-bersih.
"Iya," aku menoleh ke arah jam dinding, waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam, "aku ngantuk, mau tidur ya."
Baru saja aku mau menjatuhkan tubuhku di atas kasur, tiba-tiba Pak Prima menahan tanganku. Aku menoleh ke belakang lantas pandangan kami beradu.
Aku menduga, kayanya dia mau nahan aku biar enggak tidur. Kayanya dia mau ngajakin aku kuda-kudaan soalnya ini kan malam pertama kami. Aku mencoba diam aja, sengaja, sekalian mau membuktikan siapa sih yang lebih nafsuan, aku atau dia.
"Jangan tidur dulu."
Aku tersenyum miring. Kena nih dia.
"Mau ngapain? Ngajakin aku kuda-kudaan ya?" tanyaku sambil memicingkan mata.
Dia langsung menggeleng. "Saya enggak mau tidur sambil kuman-kumanan," ucapnya.
Kuman-kumanan? Maksudnya?
Tangan pria itu bergerak menujuk ke arah kamar mandi. "Ganti baju, Bee. Baju kamu yang ini sudah kotor, banyak kuman."
Lah, ini baju baru aku ganti pas sore tadi. Saat acara resepsi selesai aku langsung ganti baju. Masih bersih dan enggak bau juga.
"Di kamar mandi sudah tersedia baju piama untuk kamu. Pakai itu ya. Nanti saya pakai baju piama juga. Jadi setiap sebelum tidur, kita harus ganti baju dulu biar bersih."
Aturan apa ini, kalau tidur harus pakai acara ganti baju dulu. Kalau udah ngantuk, enggak bisa ditoleransi. Tidur mah tidur aja. Enggak peduli baju kotor.
"Ngantuk, Pak," ucapku sambil melepaskan cekalan tangannya.
"Bee."
"Bapak," aku merengek, "malas ganti baju. Mau langsung tidur aja. Aku cape tahu hari ini."
"Keyra."
Oh gitu, kalau dia kesal panggilannya berubah lagi jadi nama panggilan.
"Malas ah."
Tubuh Pak Prima mendekat ke arahku, semakin mendekat dan aku semakin melangkah mundur. "Mau ganti sendiri atau digantiin bajunya sama saya?"
Lah, nantangin dia.
Kali ini langkahku yang tadinya mundur sekarang malah melangkah baju. "Kalau enggak usah pakai baju aja gimana? Bersih dan higienis kan? Tanpa kuman."
Tubuh Pak Prima yang mendadak membeku. Aku tersenyum tipis. Dia salah nantangin aku, semakin ditantang, akunya semakin tertantang.
"Boleh," ucapnya.
Setelah itu hanya kami yang tahu.
Intinya, perkara ganti baju berujung jadi main kuda-kudaan.
Teruntuk yang mau baca cepat, aku udah publish satu buku full di k********a.
Pembelian juga dapat melalui WA (085810258853)
Terdiri dari:
Full E-book (Lengkap)
Total 71 Part ; 329 Halaman
Hanya dengan Rp56.000 kalian bisa akses semua itu, tanpa menunggu.
Cara Pembelian:
1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi.
2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya (Full _ Ebook _ My Lecture My Housemate _ TheDarkNight_)
3. Setelah ketemu, scroll ke bawah sampai menemukan harga jual karya tersebut. Harganya Rp56.000.
4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih.
Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, Shopeepay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank.
5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR).
6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka".
Jika ada pertanyaan boleh chat admin aku 085810258853
Pembelian juga dapat melalui WA (085810258853)