18. Ternyata

2157 Words

Vando ngambek! Hari sudah menjelang malam, tapi Vando tidak juga mau keluar kamar. Ia mengurung dirinya di kamar. Bukan tanpa persiapan, tadi siang setelah pulang sekolah, ia telah membeli beberapa cemilan dan air mineral, takut-takut ia merasa lapar. Vando menatap langit-langit kamarnya. Pikirannya kembali ke kejadian tadi pagi saat berangkat sekolah. Selama ini, Vando memang diam dan tak meladeni orang itu, tapi bagaimana kalau orang itu malah mengganti targetnya? Lamunannya buyar saat ia mendengar ketukan dari pintu kamarnya. Vando mengabaikan panggilan ayahnya, pokoknya ia tak mau keluar! "Vando, teman Ayah udah mau datang, keluar dong, Nak!" Cakka terus mengetuk pintu kamar Vando. Temannya sudah mau sampai, tapi Vando tidak mau keluar juga dari kamarnya. Tak ada jawaban. Tidak biasan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD