waktu berlalu terasa cepat, gak terasa sekarang adalah hari kelulusan gue.
hubungan gue sama dimas pun berjalan dengan manis dan romantis,
dimas telah mengisi lubang kosong di hati gue. Hari-hari yang gue lalui semenjak ada dimas begitu berharga dan gue sangat menghargai setiap detik waktu berlalu.
"woy ngelamun aja" Tiba-tiba mira membuyar kan lamunan gue.
"apaan sih mir"
"mikirin apaan sih" tanya mira
"hidup itu singkat ya mir, gue sangat bahagia dengan hidup gue sekarang dengan adanya dimas dan elo sahabat terbaik gue"
"lo kok jadi melow gini, dari pada lo mikirin yang enggak-enggak mending ikut gue dan anak-anak coret-coret baju untuk kenang-kenangan" mira menggandeng tangan gue menuju lapangan sekolah tempat anak-anak mengekspresikan kegembiraan kelulusan.
Hari menjelang sore, sebelum pulang kerumah masing-masing gue,dimas, mira dan alek mampir ke salah satu kafe untuk mengisi perut yang sudah keroncongan.
"la, lo bakal lanjut kuliah dimana? " tanya mira memecah keheningan
"gue gak minat kuliah ra, gue mau langsung nikah aja sama dimas, membangun keluarga kecil yang bahagia dengan anak yang banyak"ucap gue sambil gelendotan di bahu dimas
"lo pikir dengan cinta bisa bertahan hidup,masa depan yang cerah, lo dim mau lanjut dimana? "
"gue, mau coba ikut snptn mir. lo kan tau gue terbentur di biaya" ucap dimas lesu
"ya sudah lah, jangan terlalu di pikirkan kalo lo nikah sama Kayla, gak perlu kuliah hidup lo terjamin 7 keturunan" alek menimpali
"hahaha gak begitu juga lek" timpal dimas
"eh ngomong-ngomong bagaimana kalo kita akhir pekan nginap di vila gue" ucap alek
"setuju, hitung-hitung untuk acara perpisahan, karena setelah ini pasti nya kita akan sibuk dengan urusan masing-masing" timpal mira
"ide bagus, ya kan dim"
"gue ok2 aja"
hari sudah mulai gelap, gue dan dimas pamit duluan, gue maksa dimas untuk nginap di apartemen karena gue memang ingin menghabiskan waktu dengannya.
sepanjang jalan gue bercerita tentang mimpi gue ke dimas.
"dim, yang aku omongin di kafe itu bukan bercanda, aku memang ingin menikah dan membangun keluarga kecil yang bahagia dengan kamu" ucap gue
"aku akan berusaha mewujudkan keinginan kamu, tapi bukan sekarang, izin kan aku memantaskan diri memintamu kepada orang tua mu, aku gak mau kamu hidup susah nanti nya" ucap dimas
"aku mau kok asal sama kamu" gue meyakinkan
"iya, aku tahu tapi aku ingin sukses dulu supaya gak di pandang rendah nantinya"
"ok, aku akan menemani kamu hingga kamu sukses dan kita menikah nanti nya"
ucap gue, di balas senyuman oleh dimas.
gak terasa sudah sampai di apartemen dan
tanpa gue sadari ternyata papi sudah ada di dalam apartemen gue.
"jam segini kamu baru pulang? " ucap nya dingin, dengan posisi membelakangi gue dan dimas.
"apa peduli papi" jawab gue acuh
papi berbalik dan menyadari bahwa ada orang lain di antara kami.
"malam om" ucap dimas gugup
"tinggalkan Kayla" ucap papi dengan nada dingin dan memerintah.
"dim, kamu pulang dulu ya" gue gak mau ada perang Dunia disini karena jelas papi tidak menyukai dimas.
"saya pulang dulu om" ucap dimas.
papi hanya melirik dimas dengan dingin.
sepeninggal dimas
"tinggal kan pemuda itu"
"apa peduli papi? " ucap gue gak kalah dingin
"papi ingin yang terbaik buat kamu, buat masa depan kamu kayla"
"papi egois! kalian egois hanya mementingkan keinginan kalian tanpa pernah peduli dengan perasaan ku" ucap ku lantang
"papi dan mami tau yang terbaik untuk kamu"
"terbaik untuk papi tapi tidak untuk aku, aku mencintai dimas, cuma dia yang mengerti perasaan ku"
"tau apa kamu soal cinta, hanya cinta bocah ingusan, pokok nya papi gak mau denger kamu berhubungan dengan pemuda itu"
Gue gak habis pikir, selama ini yang orang tua gue pikirkan hanya lah bisnis dan karir mereka. gak ada satu pun yang memperdulikan gue. di saat gue menemukan kebahagian gue dengan seenak nya mereka menghancurkan kebahagian yang selama ini gue bangun.
Malam ini mod gue hancur parah. Gak tau apa tujuan papi tiba-tiba datang ke apartemen gue.
Drrrtttt.... Drtttt
"Halo" Tumben mami nelpon
"Kayla, besok kamu siap-siap kita akan pergi makan siang di restauran langganan papi"
Ucap suara di seberang sana
"Aku lagi gak enak badan mi" Kilah ku
Tumben sekali setelah sekian purnama dan sekarang seolah-olah keluarga ini utuh, andai semua yang telah terjadi hanya mimpi. Mungkin akan terasa menyenangkan apalagi di restauran itu begitu banyak kenangan indah bersama mami dan papi.
"Kamu gak ada alasan untuk menolak Kayla, hitung-hitung perayaan kelulusan kamu dan membicarakan masa depan kamu
" Tapi mi.. "
"Gak ada tapi-tapian"
titttttt... telepon di matiin secara sepihak
mau tidak mau gue harus pergi.
*****
malam berlalu dengan cepat, gue masih uring-uringan di tempat tidur, dimas belum ada kabar dari kemaren.
jam sudah menunjukan pukul 10, masih ada 1 jam lagi sebelum mami menjemput.
setelah selesai mandi dan inilah gue dengan jelana jins robek dan kaos oblong kebanggaan gue.
dengan rambut di cepol dan dengan sedikit lipstik berwarna pink dan sepatu kets.
karena dari awal gue gak mau pergi, jadilah penampilan gue seperti ini, lagian toh ini hanya acara makan dengan mami papi.
setelah selesai gue turun dan menunggu di lobby, pikiran gue menerawang, kapan ya terakhir kali gue makan bareng dengan suasana yang happy. memikirkan itu tak terasa ada bulir bening di sudut mata gue.
tepat saat butiran itu hampir jatuh, gue di kagetkan dengan klakson sebuah mobil pajero sport berwarna merah yang sudah tak asing lagi.
"Masuk"
Dengan malas gue duduk di samping mami.
"Kayla apa-apaan kamu ini? Kamu mau bikin mami papi malu"
"Apaan sih mi, cuma makan siang doang gak usah ribet" Ucap ku malas.
"Pak kita mampir ke butik langganan saya dulu bentar" Ucap mami pada supir nya
"Kamu ya, bisa gak sih dandan dikit, pakai baju tu ada aturan nya!"
Gue gak menanggapi omongan mami, gue ngelempar pandangan ke luar jendela.
Tak butuh waktu lama kami sampai di butik langganan mami, yang terdiri dari 2 lantai
Lantai pertama penuh dengan berbagai macam baju, sepatu dan tas dengan brand ternama. Sedangkan lantai atas nya salon.
Gue di suruh nyalon dulu sama mami, dan dia memilih kan gaun untuk gue.
Setelah selesai merias wajah gue dan berganti pakaian dengan dress selutut berwarna merah dengan belahan sedikit terbuka sangat kontras dengan kulit gue yang putih, di tambah dengan make up yang natural tidak terlalu menor.
"Ini baru putri mami, sangat cantik" Puji mami
"Ini terlalu berlebihan mi" Ucap ku malas
"Sudah, ini cocok untuk kamu, ayok papi kamu sudah nungguin dari tadi"
Sangat aneh dan tidak seperti biasa nya, tapi gue menepis perasaan ini, semoga saja ada rencana baik dari mami dan papi, atau jangan-jangan mereka mau rujuk dan menyadari kekhilafan mereka.
Semoga saja. membayangkan hal itu ada secercah harapan di mata gue.
*****
ini adalah restauran padang favorit papi, sama seperti rumah makan padang umum nya, tapi beda nya disini menyediakan ruangan VIP yang nyaman dan cocok untuk acara keluarga.
karena ini jam makan siang jadi restauran ini sangat ramai oleh pengunjung.
kami lanjut saja ke ruangan yang sudah di boking oleh papi.
begitu gue masuk, papi sudah ada di dalam dengan seorang pria muda, tinggi, tegap dan penuh kharisma,sangat mendominasi.
semua makanan berbagai macam lauk pauk sudah tertata rapi.
awal nya gue mengira ini hanya makan siang dengan papi dan mami.ternyata di sini juga ada teman nya papi.
pantas saja mami ngotot gue tampil cantik.
mungkin mau memamerkan anak gadis semata wayang nya ini, batin gue
"hay pi.. " ucap gue memberi salam
"ini anak om yang om ceritain, gimana? cantik kan? " ucap papi
"gak usah berlebihan pi" ucap gue gak enak
tuh kan feeling gue bener.
"iya nak bagas, Kayla ini baru lulus sekolah kata nya dia gak mau lanjutin kuliah, mau pengen nikah katanya, wong dia aja gak ada pacar gimana mau nikah, ya kan pi" timpal mami.
hanya di balas senyuman oleh pria yang duduk di seberang gue ini.
" kenalan dulu dong" ucap papi
dengan malas gue mengulur kan tangan
"Kayla"
"bagas"
"bagas ini rekan bisnis papi, karir nya sangat bagus padahal usia nya baru 27 tahun" ucap papi membanggakan
"oh, berarti aku manggil om dong, kan selisih umur cukup jauh kan pi" ucap gue sekenanya
refleks dia batuk mendengar ucapan gue.
"minum dulu" mami menyodorkan minum
"gak harus om juga Kayla, kamu bisa manggil mas, biar lebih akrab, betul kan nak bagas"
ucap mami.
dan lagi hanya di balas anggukan oleh bagas,
nih orang hemat banget ya suaranya.
gue hanya mengernyit kan alis, heran dengan tingkah mami, jelas- jelas jarak umur gue dan bagas lebih dari 10 tahun.
tapi ya sudah lah gue masa bodoh, kemudian mereka asik membicarakan bisnis yang gue gak ngerti dan gak mau ngerti juga, lebih baik gue mengisi perut gue yang sudah keroncongan minta di manjakan dengan makanan-makanan lezat ini.
satu jam berlalu, cukup lama bagi gue untuk sekedar makan siang.
"Kayla mami dan papi ada urusan yang perlu di selesaikan dulu, kamu pulang bareng bagas ya, maaf kalo om ngerepotin kamu " ucap papi
"gak papa om, kebetulan saya gak sibuk" balas bagas
"Kayla mesen taksi aja pi" ucap gue malas.
"kamu di antar bagas aja, biar makin akrab"
"tapi pi.. "sela gue
mami menarik tangan gue agak menjauh dan sedikit berbisik
" jaga sikap kamu di depan bagas, dia calon suami mu" ucap mami yang membuat gue kaget
"maksud mami? " ucap gue memastikan
"nanti kita bicaran lagi" ucap mami sambil berlalu
" ayok nak bagas kami duluan" ucap mami
"ok tante, om"
gue masih mematung di tempat, ini pasti mimpi
"kamu mau diam terus di sini" ucap nya dingin, menyadarkan gue jika ini bukan mimpi.
dengan malas gue mengikuti nya dari belakang. dalam hati gue sangat kesel dengan mami papi seenak nya saja membuat keputusan tanpa memberi tahu gue.
apalagi dengan pria yang berjalan di depan gue sekarang. gue akui dia sangat tampan tapi sifat nya sangat dingin dan arogan.
dia bukan tipe gue. bagaimana mungkin mami menjodohkan gue dengan dia.
jelas-jelas papi tahu kalau sudah ada orang yang gue suka.