PERTEMUAN

2718 Words
Daniella mengetuk kamar Daniel dan haya butuh beberapa saat sampai pintu terbuka dan muncul Daniel dari balik pintu. Daniella menyerahkan amplop besar berwarna cokelat muda kepada Daniel. "Apa?" tanya Daniel bingung. "Irene." "Ah, Thanks!" “Jangan lupa kalau abang mencarinya hanya untuk mencarinya dan menanyakan tentang masa lalu kalian. Tidak lebih! Kalau sampai ternyata abang kembali pada Irene dan aku lihat Christine sedih karena abang lebih memilih kembali pada Irene. Aku akan sangat marah padamu!" desis Daniella seraya menatap tajam Daniel. Daniella kemudian keluar dari kamar Daniel tanpa mendengar balasan Daniel atas kata-katanya. Tidak peduli ada urusan apa sebenarnya Daniel dengan Irene, yang penting itu harus Daniel selesaikan sendiri. Daniella tidak akan punya muka lagi di hadapan sahabatnya yang satu itu kalau sampai Daniel benar-benar kembali pada Irene. Kalau tau Irene masih melekat di hati kakak laki-lakinya seperti parasit, Daniella akan menjauhkan Christine dari Daniel. *** Tanpa terasa beberapa bulan sudah berlalu, namun hari-hari Daniella masih berjalan tenang seperti biasa. Bedanya sekarang diantara Daniella dan kedua sahabatnya, ada dua cowok tampan yang selalu mengikuti mereka. Maria selalu kemana-mana bersama dengan Asuka, sedangkan Jason selalu mengikuti Daniella. Tidak tau bagaimana jalan ceritanya hingga Maria melunak terhadap Asuka. Orang-orang pun mulai berspekulasi. Ada yang mengatakan Maria dan Asuka seperti kisah cinta klasik, awalnya terus bertengkar akhirnya jadi saling suka kemudian jadi sepasang kekasih. Bahkan ada yang mengatakan Asuka sengaja membuat Maria kesal sejak awal karena Asuka menyukai Maria, namun karena Asuka melakukan hal-hal yang membuat Maria jengkel hingga Maria membencinya, maka Asuka pun langsung merubah strateginya dengan terang-terangan mengatakan suka sampai akhirnya seperti sekarang, mereka berdua menjadi sepasang kekasih. Tetapi kenyataan-yang hanya kelima orang itu yang tau-bahwa Maria sudah menolak Asuka dan sekarang mereka hanya berteman, namun bagi Asuka dia tetap tidak akan menyerah mengejar cinta Maria. Maria dan Daniella lebih berbahagia dari Christine. Sahabat Daniella itu tampak muram saat mereka bertemu dengannya. Daniella rasa perubahan Christine itu karena Daniel. Memang Christine tidak mengatakan apa-apa soal putus atau sejenisnya, Daniel juga tidak pernah terlihat secara terang-terangan kalau dia kembali bersama Irene, tapi Daniella cukup pintar untuk menebaknya. Christine pun cukup baik untuk tidak menyalahkan Daniella atas kelakuan kakak laki-lakinya yang seenaknya itu. Sebenarnya Daniella ingin sekali menghajar Daniel. Tetapi tidak bisa, karena Christine tidak mengatakan apapun. Daniella takut salah mengira dan akhirnya malah memukul kakaknya atas sesuatu yang tidak dilakukan kakaknya itu, kalau Daniella melakukan itu bisa-bisa kedua orangtuanya marah besar kepadanya. Daniel sendiri tampak baik-baik saja, terlalu baik malah. Setiap Daniella bertemu Daniel di rumah saat makan malam, raut wajah kakaknya itu selalu di hiasi oleh senyum. Kecurigaan Daniella adalah kakaknya itu kembali bersama dengan Irene. Atas dasar apa Daniella mengatakan itu? Well, lihat saja Christine yang tampak bagai mayat hidup dan kakaknya yang tampak seperti habis menang lotere. Ah, itu hanya kemungkinan. Daniella tidak mau hanya menebak-nebaknya. Hal ini harus diselidiki lebih lanjut. Alangkah baiknya kalau Daniella bisa mengikuti Daniel sehari saja untuk mengetahui siapa saja yang Daniel temui pada hari itu? Daniella harus mengumpulkan cukup bukti untuk menuduh Daniel benar-benar kembali berhubungan dengan Irene, sebelum memberitahukan hal itu pada keluarganya. Daniella juga merasa bersalah melihat kondisi Christine yang tidak baik semenjak Daniella menyerahkan amplop berisi informasi tentang Irene selama beberapa tahun ini yang didapatnya dari sekertaris Albert, Yuri. Daniella berharap kedua orangtuanya dapat membantu Daniella mencari solusi mengenai masalah Irene ini dan dengan begitu Daniella dapat sedikit saja menghilangkan rasa bersalahnya pada Christine. Pertanyaannya, Daniella harus meminta tolong pada siapa? Ponsel Daniella berbunyi menandakan adanya pesan masuk. "Besok temui aku di kantin kampus kalau kamu udah selesai kelas terakhir. Aku mau kamu temani aku ke suatu tempat. Please? Jason." Belum pernah Daniella merasa sesenang ini mendapatkan pesan dari Jason. Dengan cepat Daniella mengetikan balasan untuk seniornya yang paling menyebalkan itu. "Aku ada waktu, Kak Jason. Kebetulan aku juga mau minta tolong sesuatu nih. Ngomong-ngomong, memangnya mau kemana besok?" "Lihat saja besok, okay? Besok bilang saja sama aku, kamu mau minta tolong apa. Oke deh, see you tomorrow!" Besok pun tiba. Daniella terpaksa tidak menuruti permintaan Mama untuk segera pulang begitu selesai kuliah. Karena kemarin Daniella sudah berjanji pada Jason untuk ikut pergi dengannya. Well, Daniella itu adalah orang yang menepati janjinya. Jadi setelah Daniella menyampaikan permintaanya pada Jason, sekarang di sinilah Daniella berada, di dalam mobil Jason. Mobil Daniella, Daniella tinggalkan dikampus karena Jason mengatakan bahwa nanti akan ada orang yang mengambil mobilnya dan membawanya ke rumah Daniella. Daniella tidak tau Jason mau membawa dirinya pergi kemana. Daniella tidak terlalu peduli. Asalkan Jason tidak membawa Daniella ke tempat yang aneh-aneh saja. Namun, tiba-tiba saja Daniella menyadari ini adalah jalan yang sudah ribuan kali ia lalui sejak kecil. Jalan yang di lalui Jason sekarang ini persis jalan yang selalu diambil oleh Daniella saat pulang menuju rumahnya yang kebetulan juga berada di daerah kelapa gading. "Kamu kenapa, Daniella? Jarang lewat daerah sini ya jadi kamu enggak tau jalan? Tenang saja nanti aku anterin pulang kok." Daniella hanya mengangguk, tidak berniat menjawabnya. Karena sebenarnya bukan itu yang ada dalam pikiran Daniella, tapi lebih baik tidak mengalihkan konsentrasi Jason dengan berita yang pasti mengembirakan baginya. Sudah sejak lama Jason tampaknya ingin mengetahui dimana Daniella tinggal, karena Jason selalu menanyakannya tiap dia mengantarkan Daniella ke parkiran. Sayangnya Daniella tidak memberikan kesempatan sekalipun pada Jason untuk mengetahui dimana dirinya tinggal. Lagipula belum tentu juga Jason akan menuju ke rumah Daniella. Daniella berpaling kepada Jason, laki-laki itu masih berkonsentrasi agar bisa parkir di halaman rumah Daniella. Daniella bingung apa yang harus dilakukannya. Apa Daniella langsung saja berkata 'ini kan rumah aku, mau ngapain kita ke sini?' Daniella mendesah pelan. Rasanya tidak mungkin juga. Bahkan satpam rumah Daniella pun menatapnya heran karena melihat Daniella pulang bersama orang yang tidak di kenal oleh orang-orang rumahnya itu. "Kamu kenapa? Wajah kamu kok aneh begitu sih?" tanya Jason. Raut wajah Daniella yang terlihat bingung sekaligus cemas itu membuat Jason juga cemas. Buru-buru Daniella merubah raut wajahnya, "Enggak apa-apa kok." Jason menatap Daniella dengan ragu sesaat. Benar-benar hanya sesaat. Setelah itu dia mengendikkan bahunya. "Ayo masuk. Aunty aku ada di dalam, katanya ini rumah sepupunya Aunty aku. Sejak kemarin beliau sedang menginap di sini!" Jason memberikan penjelasan sambil membuka pintu mobilnya dan keluar. Jason lalu berlari ke seberang dan membukakan pintu untuk Daniella. Daniella tidak menyadari pintunya sudah dibuka karena dirinya sedang sibuk berpikir. Jangan bilang Jason itu keponakan aunty Lila? Berarti Jason adalah sepupu aku? Jason terus berbicara sementara mereka berdua terus menunggu Karina dan Lilia yang katanya sebentar lagi akan turun dari lantai atas. Kalau mamanya tinggal di sini, berarti memang hanya satu jawabannya. "Kamu tau? Aku baru ketemu aunty aku sebulan lalu. Setelah pencarian tanpa hasil di Amerika. Ternyata aku malah menemukan aunty aku di Jakarta. Konyol ya?" Jason tertawa kecil. “Aku tau aunty aku sedang ada di sini dari karyawan mommy yang membantu aku mencarinya. Karena sejak beberapa waktu lalu aunty mendadak jadi jarang membalas pesan dari aku, jadi aku khawatir. Akhirnya aku putuskan untuk meminta tolong pada seseorang untuk mencarinya. Untungnya ternyata aunty aku itu sedang berada di Indonesia, jadi tidak susah untuk menemukannya,” lanjut Jason sembari mengandeng tangan Daniella untuk mengajaknya masuk ke dalam rumah itu. Daniella lagi-lagi hanya bisa mengangguk dan mengangguk saat Jason kembali berbicara dan menanyakan hal-hal yang membingungkan padanya. Kedatangan Karina dan Lilia sama sekali tidak membantu Daniella, malah kedatangan mereka berdua membuat Jason semakin bingung. Sementara itu, Lilia malah terlihat pucat melihat kedatangan Jason. Namun, untungnya Lilia dapat menyembunyikannya dengan baik. Lilia menyapa Daniella seperti biasa. Di sisi lain, Jason pun menjadi bingung melihat Lilia yang tampak akrab dengan Daniella. "Aunty kenal Daniella?" akhirnya Jason dapat menyuarakan kebingungannya. Melihat tantenya dan juga wanita yang ia duga sebagai sepupu aunty-nya saling menyapa dengan Daniella. Anehnya mereka terlihat cukup akrab. Lilia berusaha tertawa mendengar pertanyaan keponakannya yang dianggapnya konyol itu. Setelah memikirkannya lagi Lilia langsung menghentikkan tawanya. Jason membawa Daniella kemari belum tentu tau kalau Daniella adalah saudara tirinya, begitu juga dengan Daniella. Walaupun Lilia merasa Daniella sudah menduga kalau Lilia dan Jason memiliki hubungan keluarga. Di sisi lain, Lilia juga khawatir karena belum mengatakan apa-apa mengenai Mikha dan Jason kepada Karina. Melihat wajah Jason yang ada kemiripan dengan Albert, sudah pasti Karina menduga-duga mengenai identitas Jason yang sebenarnya. “Sepertinya kita harus kembali sekarang, Jason,” Lilia berusaha membuat suaranya terdengar normal. “barusan Aunty menerima pesan dari mama kamu.” “Ada apa, Aunty? Apa terjadi sesuatu dengan Mommy?” “Nanti kita bicarakan lagi, Jason.” Karina yang merasa ada yang tidak beres langsung meminta Daniella untuk mengantar Jason ke halaman rumah mereka, “Daniella, keluarlah dengan Jason. Mama mau mengambilkan kue buatan mama untuk Aunty Lila kamu bawa pulang.” “Ayo, kita keluar dulu!” Daniella segera mengajak Jason keluar sebelum pemuda itu bertanya lebih lanjut pada mereka. Begitu Jason dan Daniella keluar, Lilia segera menatap Karina dan berkata, “Akan aku ceritakan sedikit nanti. Tetapi yang harus benar-benar menceritakan semua ini bukan aku. Kamu percaya sama kak Lila kan, dek?” Mau tidak mau Karina mengangguk. “Aku mengerti, kak. Tunggu di sini dulu, akan aku bawakan kuenya.” Lilia mengangguk. Lilia tidak tau bagaimana caranya Jason tau dirinya ada di rumah ini. Bahkan Lilia tidak memberitahu Mikha, karena khawatir Michael akan menemui Mikha dan bertanya. Setau Lilia, sejak beberapa waktu lalu, Michael sudah menyadari kalau dirinya sudah kembali ke Jakarta. Walau Mikha pernah berkata kakak laki-lakinya itu tidak pernah sama lagi sejak Lilia keluar dari rumah mereka-entah apa yang terjadi-tetapi Lilia tidak mau menyimpulkan kalau sikap Michael yang berubah itu adalah karena kepergian dirinya hingga tidak bisa ditemukan. Michael hanya memanfaatkan Lilia waktu itu, untuk apa dia merasa kehilangan Lilia ketika Lilia pergi dari kehidupan mereka? Jason bersandar pada mobilnya, menunggu Lilia keluar dari rumah Karina. Jason menatap Daniella dengan seksama dan bertanya-tanya apakah gadis di hadapannya ini sama tidak taunya dengan dirinya tentang hal ini. Jason mendesah berat. Lebih baik nanti saja dia bertanya pada Daniella. Sekarang yang terpenting adalah bertanya pada Lilia mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa Lilia bersikap seolah takut dan tidak senang dengan kedatangannya bersama dengan Daniella ke rumah ini? *** Saat diperjalanan pulang tadi, Jason sempat bertanya pada Lilia mengenai Karina dan Daniella, namun jawaban Lilia tidak memuaskan keingintahuan Jason. "Benar, Daniella itu anaknya Karina, sepupu aunty yang paling muda," Lilia mulai menjelaskan apa yang terjadi tadi kepada Jason. "Jadi aku dan Daniella adalah sepupu?" Lilia mendesah berat, “Sebaiknya kamu tanyakan itu kepada Mommy kamu.” “Kenapa Mommy?” “Tanyakan saja padanya, Jason.” Barulah Jason tau-ketika Mikha mengatakan kebenarannya dengan nada bergetar-alasan mengapa Lilia tidak menjawabnya saat diperjalanan pulang tadi. “Tidak mungkin!” Jason menggunakan nada tinggi karena shock sekaligus kesal. "Sayangnya ini benar. Maafkan mommy," ucap Mikha sedih. Jason berpaling dan menatap Lilia. Tatapannya tidak terbaca, "Aunty juga tau?" tanya Jason dengan suara lirih. “Beberapa waktu lalu, Mama Daniella sempat membahas tentang kamu pada aunty. Langsung saja aunty bertanya pada mama kamu tentang kuliah kamu dan dari itu kami tau bahwa kalian satu kampus dan saling kenal.” “Aku menyukainya, Mom!” teriak Jason kasar pada Mikha, “kenapa tidak mengatakan sejak awal tentang Daddy padaku sejak dulu, dengan begitu aku akan menghindari Daniella dan tidak perlu menyukainya!” “Mommy tidak tau sebelumnya. Maafkan mommy, Jason.” “Daniella enggak boleh jadi adik aku!” erang Jason fustrasi. Jason meraup wajahnya kasar lalu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Lilia menginterupsi pembicaraan mereka saat menyadari satu hal, “Dari perkataan kamu, sepertinya kamu tau tentang Daniella bahkan sebelum ini?” “Aku menemukan foto Daniella dari laci meja kerja Uncle Michael.” Lilia terkesiap. Jadi ini karena mantan suaminya? Untuk apa Michael menyimpan foto Daniella di meja kerjanya? Melihat Mikha dan Lilia yang terdiam seakan tidak berniat berbicara lagi, Jason bangkit berdiri dan berkata bahwa Jason akan kembali ke kamarnya saja, membiarkan kedua orang yang paling disayanginya berbicara berdua. Lilia menatap kepergian Jason dengan sedih, dia merasakan kesedihan dan rasa frustasi Jason saat mengetahui bahwa Daniella ternyata adalah saudara tirinya. Lilia kemudian menatap Mikha dan Mikha mengerti apa yang Lilia maksud. “Akan aku tanyakan pada Kak Michael nanti, kak Lila. Jangan khawatir tentang itu," kata Mikha. “Aku akan tinggal di hotel untuk sementara. Kapan kamu berencana memberitahukan hal ini pada Karina?” ‘Karena sudah seperti ini, aku pikir yang terbaik adalah aku harus bertemu dengan Karina dan Albert secepatnya, menjelaskan mengenai kejadian dua puluh tahun lalu padanya.” Lilia mengangguk setuju, “Aku akan menghubungi Karina dan menanyakan padanya.” “Terima kasih, Kak Lila. Sebelumnya aku harus bicara dengan Jason, agar dia tidak mengatakan apa-apa tentang ini kepada Daniella sebelum aku berbicara dengan Karina.” “Melihat dari sikapnya barusan, aku rasa Jason tidak akan keluar kamar selama beberapa hari. Aku pikir dia merasa sangat sedih sekarang, cinta pertamanya kandas bahkan sebelum berlayar.” Mikha menghela nafas panjang. “Oh iya, sebelum pergi, apa aku bisa minta alamat rumah sakit jiwa tempat Ray dirawat?” “Kak Lila ingin menemuinya?” “Ray tidak mengenali aku kan? Aku pikir tidak apa-apa melihatnya sebentar.” “Ray sudah lama keluar dari rumah sakit jiwa, kak. Sekarang dia tinggal di villa keluarga Simone yang berada di Bandung. Aku akan kirim alamatnya ke kak Lila nanti.” “Sejak kapan Ray keluar dari rumah sakit?” “Ray hanya di sana selama beberapa tahun, Kak Lila. Aku rajin mengunjunginya saat di rumah sakit dan sedikit menyampaikan tentang Daniel yang aku tau pada Ray. Mungkin karena cerita tentang Daniel itulah yang memotivasinya untuk cepat sembuh.” “Mungkin saja. Dari cerita Karina sewaktu dulu, aku pernah berpikir kalau Ray merasa terikat pada anaknya walaupun dia tidak berada di sisi Karina waktu itu. Karena selain Ray sangat menginginkan Karina kembali padanya, aku juga merasakan Ray juga sangat ingin bertemu dengan Daniel yang saat itu masih sangat kecil.” Mikha mengangguk. “Sebenarnya aku tidak menyangka waktu itu akan mendengar hal seperti itu dari kamu. Kamu tau, cerita tentang keluarga kalian.” “Kakak mengira kami sangat bahagia ya? Lihatlah sikap kak Michael yang bagai es di kutub utara, itu akibat didikan Daddy yang keras. Sejak kecil Daddy mendidik kak Michael supaya bisa meneruskan perusahaan secepatnya. Sedangkan aku cukup beruntung, aku diberi kebebasan oleh Daddy, mau bekerja di perusahaan atau tidak, aku harus memutuskannya sendiri. Nasib Ray pun mirip dengan kak Michael. Bedanya Ray tidak punya pilihan selain meneruskan bisnis keluarga karena dia anak tunggal.” Setelah beberapa saat mengobrol tentang Ray dan keluarga Mikha, kemudian Lilia memutuskan pamit kembali ke hotel karena waktu sudah larut, dan Mikha mengantarkannya hingga mobil yang ditumpangi Lilia tidak terlihat lagi di kejauhan. Sementara itu, segera setelah kembali ke kamarnya sore itu, Jason segera menghubungi Daniella. “Kamu tau tentang ini?” Daniella meringis mendengar nada suara Jason yang aneh itu, "Tau apa, Kak Jason? Kalau maksud kakak tentang kita itu adalah sepupu, aku baru tau pas kita sampai di rumah aku. Aku juga terkejut loh, aku tidak menyangka kalau Kak Jason juga mengenal Aunty Lila. Jadi kita ini sepupu?" Jason hanya bergumam mengiyakan. Rasanya bukan haknya untuk mengatakan semua ini pada Daniella. Bahkan Jason sadar, kalau Daniella tau identitasnya yang sebenarnya, Daniella bisa saja membencinya. “Sudahlah, tidak apa. Mengenai permintaan kamu waktu itu, akan tetap aku lakukan. Toh kamu juga sudah menemani aku menemui aunty Lila.” “Iya. Terima kasih banyak, Kak Jason.” suara Daniella terdengar senang dan lega di telinga Jason. “Sama-sama. Ya sudah, aku tutup teleponnya ya. Selamat malam, Daniella.” “Okay! Selamat malam, Kak Jason.” Seusai menutup telepon, Jason terduduk lesu. Sejak pertama melihat foto Daniella di ruang baca Michael waktu itu Jason sudah menyadari bahwa dia terpikat dengan senyuman Daniella yang terlihat di foto itu. Karena itulah Jason berusaha keras mencari tau tentang Daniella dan ketika menemukannya Jason sangat senang. Keputusan Jason pindah ke universitas T adalah karena Daniella memutuskan berkuliah di sana, bahkan diawal pertemuan mereka Jason sampai berbohong pada Daniella bahwa dia anak BEM agar Daniella tidak tau bahwa dia juga anak baru di jurusan, hanya bedanya Jason berada ditingkat yang lebih senior. Jason merasa karena pertemuan ini cintanya menjadi kandas bahkan sebelum Jason sempat membuatnya berlayar. Apalagi kalau Jason memikirkan bagaimana nantinya kalau Daniella mengetahui kebenaran tentang identitasnya dan Mikha? Apakah Daniella akan membenci Jason?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD