"Darren, aku mencintaimu." "Kita akan punya anak." "Terima kasih sudah menyelamatkanku." "Kau lelaki yang baik." "Aku janji tidak akan pernah meninggalkanmu dalam keadaan dan situasi apa pun." Darren mengernyit dalam ketidaksadarannya. Suara-suara itu mengganggunya. Suara merdu seorang wanita. Terdengar manis dan membuat perasaannya berbunga-bunga. Sayangnya, juga berhasil membuatnya cemas sekaligus takut. "Siapa? Siapa kau?" Tubuhnya terus bergerak gelisah. Dia sekuat tenaga berusaha untuk membuka mata. Namun semua itu seakan sia-sia. Darren hanya mendengar suara wanita itu berulang-ulang. Mirip seseorang. Wanita itu tertawa dan mengulurkan tangannya. Dia juga melihat dirinya bersama wanita itu, akan tetapi, hanya gambar buram yang dilihatnya dari wanita asing tersebut. Lalu entah b

