Gio tak henti-hentinya menatap satu persatu dua orang kini ada di meja makan yang sibuk masing-masing. Moza tampak tertunduk tak nyaman, sementara Darren justru tak acuh dan dengan begitu anggunnya mencicipi makanan yang dihidangkan. Hingga setelah merasa terusik oleh tatapan Gio yang hampir setengah jam menatap, Darren menjatuhkan sendoknya ke piring dan membuat suara berdenting. Mengejutkan Gio serta Moza yang kini mendongak. "Bisa kau berhenti menatapku? Itu sangat mengganggu, Gio." "Maaf, Tuan. Saya tidak menatap Anda, saya hanya memerhatikan Anda." Darren mengurut sedikit pelipisnya. "Itu sama saja. Lebih baik kau katakan, apa yang mengganggumu dari pada kau terus melihatku dengan tatapan itu." "Saya hanya memikirkan, apa yang akan terjadi jika saya tadi tidak datang tepat waktu?"

