Tanpa Rencana

1219 Words

"Apa semuanya berjalan lancar, Tuan?" tanya Gio, menyambut kedatangan Darren. Dia mendorong kursi roda yang kini Darren duduki dan membawanya masuk ke dalam. "Hmm." Darren enggan membahasnya. Banyak tatapan tidak enak yang dia lihat di sana. Dia sedikit khawatir akan pandangan orang-orang terhadapnya. Mereka mungkin akan mengira jika dia menginginkan jabatan itu kembali. Pasti sekarang, berita dirinya kembali terlihat di kantor akan menimbulkan pro-kontra. Dia sudah dicap buruk dan diragukan tidak akan mampu menjalankan tugas perusahaan. Darren juga ingat saat dirinya diberhentikan dari posisinya sebagai CEO, yang membuat Gio akhirnya naik jabatan. Meski begitu, dia tidak pernah lepas tangan karena itu adalah perusahaan milik ibunya. Sebagai pemilik saham terbesar sekaligus pendirinya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD