Tubuh Moza bergetar. Kakinya lemas oleh sentuhan-sentuhan lelaki itu. Dia hanya dapat pasrah dan membiarkan ketika Darren berusaha menyatukan tubuh mereka. Bahkan ketika lelaki itu melebarkan selangkangannya, Moza hanya dapat memandang sendu. Mata abu-abu itu membuatnya terhipnotis dan bibir Darren membuatnya merasa aneh. Seluruh tubuhnya bereaksi seolah meminta disentuh. Desah napas dan keringat Darren berjatuhan. Moza berusaha menahan diri agar suaranya tidak keluar. Dia mencengkeram kuat seprai saat Darren berhasil menyatukan tubuh mereka. "Ah, Darren ...." Moza memejamkan mata. Secara refleks tangannya memeluk tubuh lelaki itu dan berdiam sejenak. Dia sama sekali tidak nyaman saat pada akhirnya, tubuhnya telah berhasil disentuh lelaki lain. Hingga buliran bening jatuh mengenai pipinya

