"Kamu akan menikah?" "Ya, dengan wanita pilihanku," ucap Darren sambil menatap lurus ke arah Gerrard. Kini, mereka semua selesai makan dan pembicaraan utama pun dimulai. Tidak ada yang bagus bagi Moza. Dia yang duduk di sebelah Darren, merasa sangat gugup. Apalagi Moza merasakan tatapan dari ketiga orang lainnya. Terutama wanita yang merupakan cinta pertama Darren, yang duduk tak jauh darinya. Ada juga Leon yang terus menatapnya dengan mata melotot dan seringai licik. Tatapan lelaki kurang ajar yang jelas sekali merendahkannya. Sialnya, lelaki itu duduk tepat di depannya. Moza hanya dapat menggenggam tangan Darren di bawah meja sambil menutupi area dadanya dari tatapan Leon. Namun karena tindakannya itu, Darren menoleh seolah bertanya. Moza tidak mau mengganggu, hanya tersenyum tipis. D

