Moza masih bergeming di tempat duduknya setelah beberapa menit Zenith pergi. Dia menoleh ke arah Darren yang tetap terdiam di sampingnya. Ada tatapan takut yang terpancar di matanya. "Kenapa dia sangat menakutkan? Bagaimana kau bisa memiliki Ibu sepertinya?" "Maaf, aku tidak tahu dia akan tiba-tiba datang seperti tadi," sesal Darren tanpa ekspresi. Dia tidak mengira Zenith akan menunggunya di depan gerbang saat mobilnya masuk. Meski dia sudah memerintahkan security untuk menahan Zenith atau Leon agar tidak masuk, tapi tentu wanita itu tadi tidak dapat dicegah karena berhasil memanfaatkan dirinya untuk masuk. "Kau tidak apa-apa?" Moza menelan ludahnya berkali-kali. Dia menatap lekat ke arah Darren. Sulit baginya menyebut dia baik-baik saja. Tatapan meremehkan dapat dilihatnya dengan jelas

