"Sudah lama, ya anakku, Mama melihatmu di sini. Bagaimana kabarmu? Mama kira kamu sudah mati membusuk." Wanita cantik di usianya yang sudah berkepala lima itu, tersenyum puas melihat lelaki muda tanpa ekspresi yang duduk di kursi roda. Bahkan reaksinya masih sama, tidak ada perlawanan sama sekali. Hanya tatapan dingin yang begitu menusuk. "Astaga, kenapa kamu memelototi Mama seperti itu? Kamu marah ya?" Sayangnya, lagi-lagi tidak ada balasan. Hanya tatapan dingin yang terus terlihat di wajah lelaki itu. Tidak peduli bagaimana wanita tua di hadapannya terus berusaha untuk memancingnya bicara. Hingga wanita tua itu mulai lelah dengan sendirinya. "Ckk, kamu tidak berubah, ya? Setelah lumpuh, sepertinya kini kamu menjadi bisu." "Pergi dari rumahku, Tante. Pintu keluar ada di sebelah sana,"

