Aku Menceraikanmu

1246 Words

"Moza, kemarilah," panggil Vano pada sang istri yang sekarang membereskan rumah, karena Hellen tidak membersihkannya dengan benar selama Moza pergi. Terlihat wanita itu menatapnya penuh kebingungan, meski kemudian Moza berjalan mendekat. "Ada apa, Van?" Moza melangkah masuk ke dalam kamar mengikuti sang suami. Dia mengernyit ketika melihat Vano duduk di ranjang sambil memegang kertas. Suaminya menepuk pelan pinggir ranjang agar dia duduk. Moza dengan patuh melakukannya. "Aku ingin meminta tanda tanganmu, Za." "Untuk apa?" Moza mengernyit heran saat Vano menyodorkan kertas yang tertutupi dan hanya memperlihatkan bagian untuk tanda tangan. Lelaki itu juga memberinya bolpoin. "Tanda tangan saja." Moza tidak langsung menurut, dia hanya diam dan mengamati suaminya. Memikirkan apa yang dil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD