Darren membuka matanya pelan-pelan dan hal yang pertama dia lihat adalah Moza. Kehadiran Moza yang tidak biasa itu, tentu membuatnya spontan mundur ke belakang. Darren kaget, tapi setelah mengingat kesepakatannya semalam, dia seakan tersadar. Dia sendiri yang meminta agar Moza membantunya menggali ingatannya yang hilang. "Moza?" panggilnya lirih. Tangannya terulur menyentuh rambut wanita itu dan menyingkirkan helaian rambutnya yang mengganggu. Sayangnya wanita itu masih tak terusik dan tetap asyik memejamkan mata. Darren membuang napas panjang dan melirik ke arah perut Moza. Dengan penasaran, dia bangkit dari rebahannya. Terduduk memandangi wanita itu, sebelum kemudian mendekat dan berusaha menyentuh area perut tersebut. Darren terdiam dan berkedip. Dia tidak merasakan apa pun selain M

