Darren mondar-mandir di kamarnya dengan perasaan kacau. Dia merasa bersalah memikirkan tindakannya pada Moza tadi. Dia sangat keterlaluan dan membuat wanita itu ketakutan. Bagaimana mungkin dia berniat melakukan pemaksaan terhadap Moza? Darren merasa dirinya sangat hina dan hanya dapat membuang napas kasar, sambil terus mengumpati tindakannya. Dia harus minta maaf. Itulah yang ada di pikirannya. Dengan segera, Darren bangkit dari duduknya dan langsung berjalan ke arah kamar Moza. Dia berdiri tepat di depan kamar wanita itu dengan perasaan gugup. Lalu mengetuk pintu dengan pelan beberapa kali. "Moza? Tolong keluar. Moza? Kau tidak bisa seperti ini. Aku ingin bicara denganmu. Tolong buka pintunya." Tidak ada jawaban dan hal itu membuat Darren teramat bersalah. Dia kembali mengetuk pintu d

