"Siapa yang melakukan ini?" Moza memeluk Anna yang ketakutan sambil menatap ngeri ke arah tikus yang berlumuran darah dan menebar aroma bau busuk. Cairan merah kental, tampak menggenang dalam sebuah kotak kayu berukuran kecil. "S-saya, saya tidak tahu, Nyonya. Saya hanya melihatnya barusan saat akan pergi belanja." Anna menatap Moza dengan pandangan gemetar. Dia kaget melihat bangkai tikus dan darah pekat di sana. Apalagi tikus itu sudah tak berbentuk. "Saya membukanya, tapi, tapi ...." "Sepertinya ada seseorang yang meletakkannya saat malam, Nyonya, Tuan," tambah sang security yang melihat kejadian. "Sialan, siapa si berengsek yang berani melakukan ini? Memangnya dia pikir ini tempat pembuangan! Pagi-pagi sudah membuat kekacauan." Gio mengumpat kasar. "Apa itu? Sepertinya ada sesu

