"APA? MOZA MENGHILANG? Bagaimana kau bisa membiarkannya? Kau tidak mengawasinya!" Darren mengumpat lewat telepon. Dia memarahi sopir yang mengantar istrinya pulang. Bagaimana orang itu bisa sangat ceroboh? Dengan kesal, Darren kembali mengumpat dan membuat sopir yang mengantarnya saat kini, tampak terkejut. Meski mobil terus berjalan. "Sialan, tidak berguna! Telusuri kembali tempat di mana Moza menghilang dan temukan jejaknya! Aku akan pulang sekarang." Diremasnya erat ponsel di tangannya. Darren mematikan ponselnya dan menyandarkan tabuhnya. Dia mengusap kasar wajahnya sembari memejamkan mata sejenak. Memikirkan di mana Moza saat ini. Wanita itu sudah pasti tidak mungkin pergi tanpa alasan. Pasti ada sesuatu yang terlewatkan. Darren curiga jika Moza sebenarnya diculik. Seseorang mungkin

