Cukup Kau Saja, Darren

1371 Words

"Moza, tunggu. Aku bisa jelaskan." Darren spontan menepis tangan sekretarisnya itu dengan kasar. Dia berdiri dan mengangkat kedua tangannya sambil menelan ludah, berharap Moza tidak salah paham. Dia melangkah dengan sangat hati-hati. Darren berusaha tidak panik saat melihat mata istrinya yang mulai berkaca-kaca. "Ini tidak seperti yang kaulihat. Kemarilah." Melihat Moza yang diam saja, Darren mulai sedikit tenang. Dia dengan cepat meraih wanita itu ke dalam pelukannya. Namun di luar dugaan, Moza memberontak dan berusaha melepaskan diri. Hal tersebut membuat Darren semakin mengeratkan pelukannya dan membiarkan dirinya jadi samsak kemarahan istrinya. "Pak Darren." Darren menoleh ke arah sekretarisnya. Tatapannya berubah menusuk. Apalagi saat wanita itu akan mendekat dengan gaya centilnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD