Kejutan

1214 Words

Moza tersenyum lembut sambil menyiapkan makan siang untuk suaminya. Dia senang dan puas karena Darren selalu menuruti keinginannya. Tidak ada kebahagiaan yang dia rasakan lebih dari ini. Tangannya mengelus lembut area perutnya. Enam minggu. Usia kandungannya baru trimester pertama. Masih sangat kecil, tapi karena pola makannya yang cukup banyak, Moza merasa dirinya menjadi lebih berisi. Kedua pipinya terlihat tembem. Dia tidak terlalu kurus. Dia berlemak, tapi apa pun, asal anaknya sehat, dia tidak masalah. "Mama mencintaimu, Sayang. Sehat-sehat, ya. Kita ketemu Papa hari ini," lirihnya sambil mengelus area perutnya. Bibirnya tersenyum dengan tatapan yang terus tertuju ke arah sana. "Nyonya, Anda serius mau pergi menemui Tuan?" Sebuah suara menghentikan kegiatan Moza yang menyiapkan mak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD